09 October 2019, 05:05 WIB

Gaya Kolonial dalam Revitalisasi Defontein


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Tampilan luar Defontein

TINGGAL di apartemen sudah menjadi pilihan dan bagian dari gaya hidup masyarakat kota di era modern. Pasar pun kian dipenuhi dengan produk-produk apartemen dengan berbagai ragamnya. Di tengah persaingan pengembangan hunian jangkung itu, pemilihan konsep menjadi pembeda.

Menurut pakar desain interior yang juga Chairman SHS & Associate, Sammy Hendramianto Syamsulhadi, salah satu konsep yang banyak dijadikan alasan konsumen dalam menentukan pilihan ialah konsep apartemen yang disesuaikan dengan kawasan pengembangannya.

Ia mencontohkan Apartemen Defontein di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang mengusung konsep klasik kolonial dengan sentuhan modern. Konsep itu dipilih, kata Sammy, untuk menyesuaikan dengan identitas budaya dan sejarah kawasan Menteng pada sebuah bangunan cagar budaya (heritage) zaman kolonial.

Ia mengatakan konsep dasar pemugaran heritage Defontein adalah revitalisasi adaptasi untuk mengembalikan ke bentuk asli bangunan dengan menyesuaikan fungsi ruangan sebagai show unit apartemen.

"Konsep desain yang dikembangkan untuk Apartemen Defontein ialah konsep kolonial klasik dengan kreasi artistik yang elegan," ucap Sammy di Marketing Gallery Apartemen Defontein, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

Konsep ini menunjukkan arsitektur kolonial Indonesia yang merupakan perpaduan antara budaya barat dan timur yang hadir melalui karya-karya arsitek Belanda.

Dalam menata desain interior apartemen mewah ini, Sammy membaginya dalam dua konsep, yakni konsep untuk tipe tiga kamar (3 BR) dan dua kamar (2 BR).

Persamaan desain kedua tipe apartemen ini terletak pada penekanan bahwa 'the windows is the king'. Pintu jendela menjadi media untuk melihat keluar atau pintu untuk menghubungkan dari satu ruang ke ruang yang lain dibangun lebih lebar dan lebih tinggi.

"Konsep inilah yang berlaku pada desain kolonial dan unit Defontein, nantinya. Jendela dan pintunya lebar-lebar dan tinggi menimbulkan kesan lega dan elegan” ujar alumni ITB ini.

Bagian dari konsep klasik kolonial terletak pada penggunaan marmer putih untuk lantai dan beberapa bagian dari dinding serta ruang lain dalam bangunan. "Kesan hidup yang mampu dihasilkan marmer white carrara ketika dipasang jadi lantai hunian menjadikannya berkelas, mewah dan memberi rasa nyaman serta prestige tinggi bagi pemiliknya," tambahnya.

Marmer Carrara adalah batu alam Italia yang memiliki kepadatan tinggi dan dapat memantulkan cahaya, berkilau.

Penggunaan furnitur dari material kayu dengan desain simetris simple mampu menghadirkan kesan ruangan yang elegan. Pemakaian lampu gantung kristal tepat di beranda hunian heritage Defontein kian menambahkan tampilan ruang yang mewah. Sammy biasa menempatkan lampu gantung di ruang tamu rumah-rumah mewah dan supermewah yang banyak dirancangnya.

"Sifatnya yang abadi membuat desain klasik kolonial semakin digemari, sekalipun penerapannya di apartemen," tutup Sammy. (X-12)

BERITA TERKAIT