08 October 2019, 19:51 WIB

Gadget Senilai Rp3,5 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Soetta


Sumantri | Megapolitan

ANTARA/WAHYU PUTRO A
 ANTARA/WAHYU PUTRO A
ilustrasi -- barang elektronik ilegal di Kantor Pusat Dirjen Bea dan Cukai, Jakarta, beberapa waktu lalu.

SEBANYAK 2.464 unit gadget senilai Rp3,5 miliar yang diselundupkan dari Singapura dan Hong Kong oleh 22 orang importir melalui Bandara Soekarno Hatta dimusnahkan di pelataran kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Tipe C Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Selasa (8/10).

Ribuan gadget yang terdiri dari beberapa merk itu, dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke dalam tong berisi air garam. Selanjutnya gadget-gadget tersebut dijajar di pelataran kantor KPU BC Tipe C Bandara Soekarno Hatta untuk digilas dengan angkutan berat.

Menurut Kepala KPU BC Tipe C Bandara Soekarno Hatta, Erwin Situmorang, ribuan gadget yang dimusnahkan itu, merupakan hasil sitaan petugas Bea dan Culai Bandara Soekarno Hatta pada Juni 2018 - 2019.

Gadget-gadget tersebut disita dari para importir, kata Erwin, karena di saat barang itu masuk ke Indonesia tidak dilengkapi dengan surat-surat kepabeanan. 

"Barang ini kami sita karena tidak dilengkapi dengan bea cukai atau pajak negara," kata dia. 

Jika dibiarkan, kata dia, barang-barang selundupan tersebut dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat terhadap produsen maupun distributor barang sejenis.

Baca juga: Bea Cukai Turut Musnahkan 43 kg Sabu dan 24 Ribu Butir Ekstasi

Menurut Erwin, seharusnya setiap barang impor yang masuk ke Indonesia memenuhi ketentuan yang ada, yaitu membayar bea masuk dan pajak. Dengan demikian, timbul efek keseimbangan persaingan pasar dan tumbuh krmbangnya perekonomian nasional.

Lebih jauh, kata Erwin, setelah barang itu ditetapkan oleh kementerian keuangan untuk menjadi barang milik negata (BMN), tahun selanjutnya ialah dimusnahkan. Namun demikian, pemusnahannya tidak bisa dilakukan sembaranga karena cukup berbahaya.

"Pemusnahaannya harus direndam dulu di air garam selama 24 jam. Karena bila langsung digelas bisa meledak," kata dia. (A-4)
 

BERITA TERKAIT