09 October 2019, 00:05 WIB

Pemimpin Hong Kong Ingin Libatkan Beijing


(AFP/Hym/X-11) | Internasional

(Photo by Nicolas ASFOURI / AFP)
 (Photo by Nicolas ASFOURI / AFP)
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam ikut serta dalam konferensi pers mingguannya di Hong Kong pada 8 Oktober 2019.

PEMIMPIN Hong Kong, Carrie Lam, mengisyaratkan membuka jalan bagi Beijing untuk ikut serta meredakan aksi protes berbulan-bulan yang berujung pada kekerasan di kota pusat keuangan dunia itu.

Campur tangan Tiongkok untuk mengakhiri protes itu disebut sebagai pilihan setelah berbagai kerusuhan melumpuhkan Hong Kong.

Lam mengatakan, meski dia yakin pemerintah kota dapat mengatasi masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya, pihak Tiongok dapat diminta jika situasi menjadi 'sangat buruk'.

"Pada waktu ini, saya masih merasa yakin bahwa kita harus menemukan solusi sendiri. Ini juga yang menjadi posisi pemerintah pusat (di Beijing) bahwa Hong Kong harus menangani dan menyelesaikan sendiri masalah di Hong Kong," kata Lam.

"Akan tetapi, jika situasinya berubah kian buruk, tidak ada pilihan lain jika kita ingin Hong Kong tetap bisa bangkit," tambahnya.

Lumpuh

Pusat keuangan tersebut telah dicengkeram oleh unjuk rasa dalam empat bulan terakhir. Akhir pekan lalu, aktivitas kota terhenti ketika demonstran berpenutup muka turun ke jalan untuk menentang larangan memakai penutup wajah.

Keputusan pemimpin Hong Kong, pekan lalu, untuk memberlakukan kekuatan darurat era kolonial--yang tidak pernah digunakan selama setengah abad--telah memicu kekerasan paling brutal sejak krisis dimulai.

Pengunjuk rasa garis keras telah menghancurkan puluhan stasiun kereta bawah tanah dan toko-toko yang terkait dengan Tiongkok daratan, melakukan aksi pembakaran, dan memblokade jalan.

Akibatnya, sejumlah wilayah Hong Kong hampir lumpuh selama liburan tiga hari akhir pekan. Sebagian besar pemberhentian kereta bawah tanah ditutup. Sebanyak 13 stasiun yang rusak tetap tutup, kemarin, ketika warga kembali bekerja setelah istirahat panjang.

Operator mass transit railway (MTR) mengatakan seluruh jaringan kereta api--yang membawa 4 juta orang setiap hari--akan ditutup pada pukul 20.00 waktu setempat, 5 jam lebih awal dari biasanya. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT