08 October 2019, 18:38 WIB

Trio Ahli Kosmologi Menangi Penghargaan Nobel Fisika 2019


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Jonathan Nackstrand
 AFP/Jonathan Nackstrand
Layar komputer mengumumkan tiga orang peraih penghargaan Nobvel Fisika 2019

Ahli kosmologi Kanada-Amerika James Peebles beserta astronom Swiss Michel Mayor dan Didier Queloz diumumkan sebagai peraih Nobel Fisika 2019, Selasa (8/10)

Mereka dipilih karena penelitiannya yang dinilai telah meningkatkan konsepsi manusia akan tempat atau kedudukan bumi dalam alam semesta.

Sekretaris jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, Goran Hansson, mengatakan Peebles memenangkan setengah dari total hadiah atas penemuan-penemuan teoretisnya terkait evolusi setelah ledakan dahsyat (big bang).

“Telah berkontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana alam semesta berevolusi setelah big bang,” ujar Goran saat konferensi pers, Selasa (8/10).

Adapun Mayor dan Queloz akan berbagi separuh dari hadiah lainnya atas penemuan pertamanya pada Oktober 1995, tentang keberadaan sebuah planet di luar sistem tata surya (exoplanet) yang mengorbit pada bintang berjenis matahari di galaksi Bima Sakti.

Baca juga : Penelitian tentang Piza dan Alat Pengganti Popol Menang Ig Nobel

"Penemuan mereka selamanya mengubah konsepsi kita tentang dunia," terang juri.

Peebles adalah Profesor Sains Albert Einstein di Universitas Princeton, Amerika Serikat. Sedangkan Mayor dan Queloz sama-sama profesor di Universitas Jenewa, Swiss. Queloz diketahui juga bekerja di University of Cambridge, Inggris.

Ketiganya mendapat hadiah berupa medali emas, sertifikat, dan uang sebesar 9 juta kronor Swedia atau sekitar Rp12,9 miliar

Mereka juga akan menerima hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, pada upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm 10 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896 yang meminta diberikannya penghargaan bagi seseorang yang berpengaruh dalam surat wasiatnya.

Adapun pada ajang Nobel Fisika tahun lalu, penghargaan diberikan kepada dua ilmuwan asal Amerika Serikat, Arthur Ashkin dan Donna Strickland. Serta ilmuwan asal Perancis, Gerard Mourou karena telah berhasil menemukan laser yang digunakan untuk instrumen presisi canggih dalam operasi mata korektif dan dalam industri.

Ajang penghargaan Nobel tahun ini dimulai sejak Senin (7/10) kemarin dan dibuka dengan penyerahan Penghargaan Nobel Kedokteran kepada peneliti asal Amerika Serikat William Kaelin dan Gregg Semenza, serta peneliti asal Inggris, Peter Ratcliffe dari Inggris.

Baca juga : Fahri Hamzah Sebut Habibie Layak Dapat Nobel

Ketiganya berhasil menemukan bagaimana sel-sel manusia dapat merasakan dan beradaptasi dengan perubahan kadar oksigen, yang membuka strategi baru untuk memerangi penyakit seperti kanker dan anemia.

Sementara itu pemenang penghargaan Nobel Kimia tahun ini akan diumumkan pada Rabu (9/110) waktu Swedia, disusul dengan pengumuman pemenang Nobel Sastra pada Kamis (10/10), dengan dua pemenang akan dinobatkan langsung setelah skandal pelecehan seksual memaksa Akademi Swedia untuk menunda penghargaan pada 2018 lalu, untuk pertama kalinya dalam 70 tahun.

Selanjutnya pada Jumat (11/10) mendatang, pemenang penghargaan Nobel Perdamaian akan diumumkan. Banyak yang memprediksi aktivis iklim remaja Swedia Greta Thunberg akan menyabet penghargaan Nobel Perdamaian 2019.

Ajang Nobel 2019 kemudian akan ditutup dengan pengumuman pemenang penghargaan Nobel Ekonomi yang akan dilangsungkan pada Senin (14/10). (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT