08 October 2019, 17:01 WIB

Polisi Bongkar Judi ala Kasino di Apartemen Penjaringan


tri subarkah | Megapolitan

MI/ Adi Maulana Ibrahim
 MI/ Adi Maulana Ibrahim
Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) memeriksa tempat perjudian di Apartemen Robinson Lt. 29

POLDA Metro Jaya membongkar praktik perjudian di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, perjudian dilakukan di lantai 29 dan lantai 30.

Setidaknya ada empat perjudian yang dimainkan di lantai 29, yakni roulette, permaian tashio, baccarat, dan pai kiu. Sedangkan di lantai 30, kata Argo, merupakan ruang VIP yang khusus dimainkan oleh orang-orang tertentu saja dengan nilai taruhan tinggi.

"Ruangannya berbeda luasnya. Kalau di sini (lantai 29) satu lantai. Di lantai 30 sepertiganya lah karena di kanan ada ruangan kamar mandi dan juga untuk tempat karyawan juga," ujar Argo di tempat kerjadian perkara, Selasa (8/10).

Penggerebekan judi tersebut dilakukan oleh tim kejahatan dan kekerasan (jatarnas) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Minggu (6/10). Polisi berhasil mengamankan 113 orang saat aktivitas perjudian berlangsung. Setelah dilakukan pemeriksaan, 91 diantaranya ditetapkan tersangka.


"Kami tanyakan ada yang sebagai pengelola, paling ujung dia paling bertanggung jawab. Kemudian ada yang bertanggung jawab di setiap pertandingan, kemudian ada cashier ada juga yang mencatat," ujarnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, diketahui bahwa praktik judi itu baru beroperasi selama tiga hari. Namun, butuh dua bulan untuk mempersiapkan tempat tersebut. Menurut Argo, keuntungan yang berhasil diraup sebesar Rp700 juta setiap harinya.

Sampai saat ini, polisi masih memburu tujuh orang yang ditetapkan daftar pencarian orang (DPO). Mereka berinisial YS, SN, FD, AY, HN, MR sebagai penyandang dana, dan HS yang bertugas sebagai penanggungjawab operasional.

Dari hasil penggerebekan, polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang sejumlah Rp207.800.000, satu unit mesin penghitung uang, satu unit mesin gesek ATM, satu unit CPU, satu unit printer, satu unit monitor, satu unit Handy Talkie, 112 handphone, 1 kotak kunci-kunci, 27 bon atau nota, 2 kalkulator, satu buku rekening Bank, empat kartu ATM, 17 amplop berisi uang, 11 bundel dokumen karyawan, 6 buku tulis, 4 DVR dan 1 unit keyboard.

Para tersangka disangkakan dengan Pasal 303 dan atau 303 bis KUHP tentang Tindak Pidana Perjudian. Mereka terancam pidana maksimal 10 tahun penjara. (OL-8)

BERITA TERKAIT