08 October 2019, 15:55 WIB

Menkeu Sebut Literasi Keuangan di Indonesia Masih Rendah


Atalya Puspa | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Menkeu Sri Mulyani

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang memadai. Sri Mulyani menyebut, saat ini masyarakat Indonesia masih minim akan literasi keuangan.

"Berdasarkan survei, literasi keuangan masyarakat masih di bawah 30% sementara masyarakat memiliki daya tabungan yang semakin meningkat," kata Sri Mulyani dalam video confrence pada pembukaan acara Indonesia Knowledge Forum VIII 2019 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (8/10).

Sri melanjutkan, literasi keuangan sangat dibutuhkan untuk mendampingi pertumbuhan masyarakat kelas menengah. Hal itu bertujuan untuk melakukan pendalaman pada sektor keuangan guna menjaga stabilitas keuangan dan ekonomi Indonesia.

Baca juga:  Asuransi Jasindo Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Untuk itu, dirinya menyatakan di era digital, literasi keuangan perlu disebarkan seluas-luasnya kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk menyeimbangkan akses masyarakat terhadap jasa keuangan yang semakin luas. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola kekayaannya agar lebih produktif.

"Hal terpenting, masyarakat harus memahami bagaimana mereka bisa menjaga kekayaan maupun tabungannya dalam instrumen-instrumen yang lengkap," ucapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT