08 October 2019, 14:20 WIB

Pembahasan Anggaran Pilkada Serentak Jabar 2020 Tuntas


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
 Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Titik Nurhayat

SELURUH kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 sudah menuntaskan pembahasan anggaran. Selain menentukan jumlah anggaran, masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah daerah pun sudah menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Menurut Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Titik Nurhayati, Pemilu Kepala Daerah Serentak 2020 di Jawa Barat akan digelar di delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bandung, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kota Depok.

"Semuanya telah melakukan penandatanganan NPHD, terakhir Pangandaran 29 September kemarin," kata Titik di Bandung, Selasa (8/10).

Menurutnya, penandatanganan NPHD di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dilakukan tepat waktu.

"Terakhir tanggal 1 Oktober. Semua sudah, tepat waktu," katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui jumlah anggaran untuk pesta demokrasi tersebut di masing-masing daerah.

"Per kabupaten/kota saya enggak hafal," katanya.

Dia hanya menyebut, nantinya penyaluran anggaran itu dilakukan langsung dari masing-masing pemerintah daerah ke KPU kabupaten/kota.

"Langsung dilaksanakan oleh yang melaksanakan pilkada, langsung di kabupaten/kota. Kita di provinsi koordinatif saja," katanya.

KPU Provinsi Jawa Barat, menurutnya hanya mengkoordinasikan hal-hal yang harus sama-sama dilakukan.

"Bagaimana tata caranya, memberi masukan-masukan solutif untuk situasi yang membutuhkan pertimbangan," katanya.

Dia mengakui, Pemilu Kepala Daerah Serentak 2020 akan tetap dihantui oleh persoalan pemilih terutama menyangkut daftar pemilih tetap (DPT).

"Persoalan pemilih ini berhadap dengan fakta lain di masyarakat yang sifatnya mobile, soal mobilitas orang," katanya.

Sementara itu Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Jawa Barat resmi membuka pendaftaran calon kepala daerah yang akan diusung pada Pemilu Kepala Daerah 2020. Kesempatan ini diberikan kepada semua masyarakat umum, tidak hanya kader partai tersebut.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat Saan Mustopa mengatakan, kesempatan bagi masyarakat umum ini diberikan dengan harapan bisa mendapat sosok terbaik untuk diusung pada pesta demokrasi tersebut. Terlebih, pihaknya ingin mengusung putra daerah yang benar-benar memahami persoalan dan potensi yang ada.

"Pendaftaran dibuka bagi seluruh putra-putri terbaik di Jawa Barat, yang tertarik dan berminat untuk mengabdi di daerah masing-masing. Agar berbuat terbaik untuk daerah yang dipimpinnya, agar daerahnya lebih maju, bisa lebih sejahtera masyarakatnya," kata Saan.

Partai NasDem, lanjut Saan, tidak akan memaksakan diri untuk mengusung kader jika tidak memenuhi persyaratan terutama menyangkut popularitas, aksepbilitas, dan integritas.

"Kader kalau tidak populer, tidak menguasai permasalahan, tidak diusung," katanya.

Tak hanya itu, dalam mengusung calon kepala daerah pihaknya tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang bersih, terutama terbebas dari politik uang.

"Kami tetap mengedepankan politik tanpa mahar, tanpa kepentingan pragmatis. Komitmennya cuma satu, bagaimana bisa menyejahterakan masyarakat dan memajukan daerah," katanya seraya menyebut pendaftar bisa mendatangi kantor DPD Partai NasDem di setiap kabupaten/kota.

baca juga: Krisis Air, Siswa Diwajibkan Bawa Air 1,5 Liter Setiap Hari

Lebih lanjut Saan katakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan lembaga survei untuk mengetahui popularitas dan aksepbilitas kandidat yang akan diusung. Setiap pendaftar, nantinya akan disurvei untuk diukur tingkat keterkenalan dan penerimaan di masyarakat.

"Popularitasnya minimal 60%, elektabilitasnya 30%," katanya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT