08 October 2019, 13:59 WIB

Krisis Air, Siswa Diwajibkan Bawa Air 1,5 Liter Setiap Hari


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi 

MUSIM kemarau yang melanda Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyebabkan sejumlah sekolah menengah atas di provinsi tersebut mengalami krisis air. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel,   Mikron Antariksa mengatakan ada beberapa sekolah yang menjadi kewenangan provinsi mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Sekolah-sekolah dilanda kekeringan dan krisis air bersih tersebut di antaranya adalah SMA 1 Pangkalpinang, SMA 1 Bangka Barat, SMA 1 Pagarawan dan SMA 1 Puding Bangka. Untuk mengatasi kekeringan itu, menurut Mikron, BPBD sudah menggelar rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah.

"Hasil rapat kita sepakati bersama Diknas, siswa di wajibkan membawa air 1,5 liter dalam botol mineral plastik," ujarnya, Selasa (8/10).

Air yang dibawa siswa setiap hari tersebut menurutnya hanya untuk digunakan saat salat dan keperluan siswa dan guru di toilet. Hal itu dilakukan mengingat saat ini armada untuk suplai air ke sekolah-sekolah belum memadai, terlebih armada yang ada di Balai Sumber Daya Air.

baca juga: Bantuan Air Bersih di Kota Cimahi Meningkat

"Armada mobil tangki air di Balai Sumber Daya Air ini masih punya pusat belum diserahkan ke daerah, sehingga tidak bisa menyuplai air ke sekolah-sekolah," ucap Mikron.

Mikron menambahkan berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau di Babel akan berlangsung hingga minggu ketiga November. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT