08 October 2019, 13:08 WIB

Renovasi Rumah Dinas Anies Telan Biaya Rp2,4 Miliar


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

KEPALA Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Kadis Citata) Provinsi DKI Jakarta Heru Hermawanto menerangkan alasan renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta. Dia menyebut renovasi dilakukan karena bangunan tersebut merupakan sejarah dan berstatus cagar budaya.

Renovasi rumah dinas Anies Baswedan itu memakan biaya Rp2,4 miliar.

“Tugas dan kewajiban Pemprov DKI melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap bangunan cagar budaya di Jakarta, termasuk Rumah Dinas Gubernur DKI," jelas Heru, di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/10).

Menurut Heru, renovasi bangunan tua itu dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat usia bangunan. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya.

Baca juga: Anies Resmikan Bioskop Rakyat

Kemudian, Heru meluruskan informasi di masyarakat bahwa kegiatan reparasi bangunan tua ini bukan bertujuan memperindah melainkan bertujuan untuk memperbaiki semua kerusakan akibat usia bangunan yang semakin tua.

Renovasi rumah dinas Anies masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Dalam KUA-PPAS, anggaran yang diajukan untuk APBD 2020 sebesar Rp95,99 triliun, naik Rp6,9 triliun dari sebelumnya saat APBD 2019 menganggarkam Rp89,08 triliun.

Bangunan tersebut mulai difungsikan sejak 1916 untuk Rumah Dinas Wali Kota Batavia. Sejak 1949, rumah dinas tersebut dimanfaatkan sebagai rumah dinas milik Pemprov DKI Jakarta. (OL-2)

BERITA TERKAIT