08 October 2019, 11:36 WIB

PM Belanda Sebut Hubungan dengan RI Tawarkan Hal Menjanjikan


Melalusa Susthira K | Internasional

MI/Melalusa Susthira K
 MI/Melalusa Susthira K
PM Belanda Mark Rutte

PERDANA Menteri Belanda Mark Rutte saat berkunjung ke Indonesia mengatakan hubungan antara Indonesia dan Belanda telah terjalin sejak lama dan sangat personal. Baik Indonesia maupun Belanda sudah lekat dengan nuansa dari budaya dan sejarah kedua negara.

Ia pun mengungkapkan optimismenya atas basis ikatan tersebut dalam menjalin berbagai kerja sama antarkedua negara ke depannya.

“Ikatan saya dengan negara Anda sangat pribadi dan hal yang sama berlaku untuk ratusan ribu orang Belanda. Saya percaya masa depan kita bersama berdasarkan pada hubungan pribadi seperti itu dan jaringan, memiliki banyak hal yang ditawarkan,” ujar Rutte saat memberi pidato dalam diskusi publik yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (7/10).

Rutte menuturkan terlepas dari berbagai perbedaan antara Indonesia dengan Belanda, kedua negara saling berbagi pandangan dan minat yang sama, pun menghadapi tantangan yang sama. Ia menyebut salah satu tantangan mendasar yang sama-sama dihadapi oleh Indonesia maupun Belanda ialah sistem multilateral dari kerja sama internasional di bawah tekanan, negara-negara kekuatan dunia saling berebut pengaruh di panggung dunia seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Anda juga berurusan dengan arena internasional yang terus berubah, tekanan pada multilateralisme, lempeng geopolitik yang bergeser. Meskipun situasi kita sangat berbeda, saya melihat kesamaan dalam caranya kami merespons tantangan itu. Untuk negara-negara seperti Belanda dan Indonesia, kita perlu mengerahkan seluruh energi kita dalam bentuk kerja sama dan tatanan internasional berbasis aturan,” terang Rutte.

Baca juga: Bertemu PM Belanda, Presiden Bahas soal Kelapa Sawit

Lebih lanjut, Rutte pun memuji ASEAN Outlook on Indo-Pacific yang disepakati pada KTT ASEAN ke-34, Juni lalu. Menurutnya, dokumen yang diinisiasi oleh Indonesia tersebut merupakan contoh baik dan langkah yang tepat.

“Ini menunjukkan ambisi daerah yang ingin meningkatkan koordinasi dan kerja sama, dan mengurangi ketidakpercayaan serta kesalahan perhitungan. Karena dengan berdiri berdampingan di tingkat regional, kita benar-benar dapat membuat suara kita didengar di tingkat global. ASEAN adalah buktinya, begitu juga Uni Eropa (UE),” tuturnya.

Rutte pun berharap Uni Eropa dan ASEAN yang merupakan blok-blok regional dapat saling lebih menjangkau dan memperkuat hubungan kerja sama dalam berbagai aspek guna menghadapi ketidakpastian global. Ia juga menyampaikan terima kasih sekaligus senang atas diundangnya Belanda untuk menghadiri KTT ASEAN di Hanoi, Vietnam, musim semi mendatang.

“Saya percaya bahwa langkah selanjutnya adalah Uni Eropa menjadi mitra strategis ASEAN,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT