08 October 2019, 10:39 WIB

Indonesia Siap Membuat Lompatan Teknologi Digital


Mediaindonesia.com | Teknologi

Istimewa
 Istimewa
Kepala BPPT Hammam Riza (paling kiri) menjadi pembicara dalam pertemuan Science and Technology Forum 2019 di Kyoto, Jepang, Selasa (8/10)

PENGUASAAN teknologi mampu menjadi penghela dalam pembangunan negara. Hal itu sudah dibuktikan oleh Jepang dengan inovasi teknologi yang hadir dalam segala aspek. Teknologi juga membawa pertumbuhan ekonomi dan memperkaya kualitas peradaban bangsa Jepang. Hal itu dikatakan oleh Kepala BPPT Hammam Riza yang mengikuti pertemuan Science and Technology (STS) Forum 2019 di Kyoto, Jepang. Menurutnya Indonesia juga mampu untuk mewujudkan visi Indonesia Maju, dengan membuat lompatan teknologi yang optimal.

"Forum STS ini dihadiri seluruh negara di dunia, dengan tujuan memperluas berbagai kerja sama di bidang inovasi sains dan teknologi. Agar dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek mulai dari industri hingga sumberdaya manusia. Dengan begitu maka daya saing bangsa kita akan meningkat," papar Hammam dalam keterangan resmi, Selasa (8/10).

Menurut Hammam, Indonesia dapat meniru Jepang dalam melakukan gebrakan pada bidang teknologi.

"Jepang kita kenal, sudah lama maju. Produk mereka bahkan mampu bersaing dengan negara di Amerika dan Eropa. Jadi apa yang dilakukan Jepang ini, juga kita bisa jadikan contoh untuk diterap di negara kita," tegas Hammam.

Pada forum ini Hammam yang juga didaulat menjadi pembicara, mengangkat tema pentingnya aspek Internet of Thing (IoT), Technology Cloud dan Kecerdasan Buatan (AI), guna mendorong produktivitas sektor industri. Disampaikan Hammam bahwa teknologi tersebut, harus dioptimalkan di sektor industri tanah air, utamanya dalam hal manufaktur.

"Kecanggihan IoT, cloud dan AI, harus kita kuasai dan kita gunakan untuk meningkatkan produktivitas industri nasional. Jadi mesin, komputer, robot, internet, bukan menggantikan peran manusia tapi kita gunakan sebagai alat untuk mengakselerasi produktivitas industri manufaktur di tanah air," paparnya.

BPPT kata Hammam, telah melakukan penguasaan teknologi digital, dalam hal pelayanan. Sebanyak 41 Aplikasi Digital Layanan yang disebut Dilan urainya, telah diluncurkan pada peringatan HUT ke 41 BPPT, Agustus kemarin.

"Kami harap penguasaan teknologi digital ini, dapat direplikasi untuk diterapkan pada sektor industri, hingga pelayanan publik," terangnya.

Lebih lanjut saat menjadi Ketua Sidang pada sesi IOT, Hammam merumuskan bahwa penerapan IOT di masyarakat harus disertai dengan regulasi keamanan data yang dinamis, dan kode etik yang kuat melindungi. Privasi dan keamanan data merupakan hal penting untuk menjadi perhatian.

"Apalagi saat ini sedang ramai dibahas RUU KKS, Keamanan dan Ketahanan Siber. Sehingga kita juga harus dapat mengikuti kemajuan IOT, Cloud, AI dan Bigdata,"  pungkasnya.

baca juga:KBRI Vatikan akan Gelar Misa Syukur untuk Kardinal Suharyo

Science and Technology in Society [STS] Forum adalah pertemuan global yang dilaksanakan sejak 2004 yang merupakan wadah diskusi terbuka dalam format informal untuk membangun jejaring yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang timbul akibat penerapan Iptek. Forum ini juga diharapkan membuka peluang untuk meningkatkan pemanfaatan dan mengurangi hambatan dalam penerapan Iptek dalam upaya menyelesaikan masalah kemanusiaan global. (OL-3)

BERITA TERKAIT