08 October 2019, 09:40 WIB

Panglima TNI Puji Prajurit Kuasai 7 Bahasa Asing


Media Indonesia | Politik dan Hukum

Dok. Puspen TNI
 Dok. Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) merangkul Kopda Hardius Rusman yang bertugas di Kodim 0111/Bireuen Kodam Iskandar Muda (IM).

PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi prajurit TNI berpangkat kopral dua (Kopda) bernama Hardius Rusman yang memiliki kepiawaian dengan menguasai tujuh bahasa asing yaitu bahasa Jerman, Prancis, Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Italia.  

“Dengan kemampuan menguasai tujuh bahasa asing, diharapkan Kopda Hardius Rusman bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat pada umumnya dan institusi TNI pada khususnya,” kata Panglima TNI saat menerima Kopda Hardius Rusman di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.      

Ia mengatakan bahwa kemampuan yang diberikan kepada Kopda Hardius Rusman merupakan karunia dari Allah SWT. Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, saat ini sudah ada prajurit TNI berpangkat terendah yang memiliki kemampuan tujuh bahasa asing.  

“Prajurit ini bisa menjadi contoh dan memberikan motivasi kepada prajurit-prajurit lainnya,” harap Hadi.  

Kopda Hardius Rusman mengaku tidak pernah belajar secara formal untuk menguasai tujuh bahasa asing tersebut, dan hanya belajar melalui grup WhatsApp yang beranggotakan dari berbagai negara.   Kopda Hardius Rusman yang bertugas di Kodim 0111/Bireuen Kodam Iskandar Muda merupakan lulusan SMA 2 Bengkulu Selatan tahun 2004.

Di kesempatan berbeda, pengamat militer Susaningtyas Kertopati menyebutkan prajurit TNI harus unggul dan memiliki kualitas pendidikan yang baik di era revolusi industri 4.0.

“Kualitas prajurit TNI harus unggul dibandingkan dengan prajurit negara-negara lain,” kata Susaningtyas, di Jakarta, kemarin.        Nuning, sapaan Susaningtyas, mengatakan Mabes TNI dan Mabes Angkatan mesti menjabarkan sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia maju. Hal itu menjadi landasan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas prajurit TNI yang sekaligus menguasasi teknologi militer terkini, seperti pengoperasian sistem nirawak berbasis kecerdasan buatan.

Para prajurit TNI harus mampu berinteraksi dengan sesama prajurit yang asalnya 100% manusia, 50% robot, dan bahkan yang berasal 100% robot. Oleh karena itu, menurut Nuning, sangat penting bagi TNI untuk merekrut para pemuda dan pemudi yang memiliki intelegensi tinggi. (Ant/P-2)

BERITA TERKAIT