08 October 2019, 08:20 WIB

Polda Papua Tetapkan Enam Tersangka Baru di Wamena


Marcel Kelen | Nusantara

Dok. Humas Polda Papua
 Dok. Humas Polda Papua
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyapa pengungsi dari Wamena di salah satu penampungan di Jayapura.

PENYIDIK Satuan Reskrim Pol­res Jayawijaya menetapkan enam tersangka baru terkait dengan ke­rusuhan di Wamena. Tiga tersangka berperan sebagai provokator dalam kerusuh-an tersebut. Total tersangka kini menjadi 13 orang.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan penetapan itu berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan tujuh tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Dari enam tersangka baru, tiga masih dalam pencarian dan mereka berperan mengha­­sut pelajar,” ujarnya di Jayapu­ra, kemarin.

Dari 13 tersangka, kata Kamal, beberapa orang berstatus sebagai pelajar. Para tersangka dikenai Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap orang maupun barang secara bersama-sama di muka umum, dan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan melakukan tindak pidana.

Sementara itu, Kapolda Pa­pua Irjen Paulus Waterpauw dan pejabat setempat kemarin berkeliling Kota Wamena untuk memastikan situasi keamanan. Mereka antara lain mengunjungi posko pengungsian di Ilaga dan bertemu masyarakat Nduga. Rombongan kemudian mendatangi sejumlah sekolah serta Pasar Sinakma.

“Sekolah sudah beberapa yang melayani. Para guru ­su­­dah mulai pulih, baik pikir­­an maupun perasaannya dari rasa ta­kut. Di pasar, saya berte­mu dengan pedagang. Semua dalam kondisi sudah baik dan kondusif,” kata Kapolda.

PT PLN kemarin juga mengklaim telah merampungkan pe­mulihan jaringan yang rusak. “Sebanyak 142 gardu, 180 jaringan tegangan menengah, dan 336 jaringan tegangan rendah telah beroperasi kembali,” ujar General Manager PLN Unit In­duk Wilayah Papua dan Papua Barat Ari Dartomo melalui ke­terangan resmi.

Meski demikian, ada sekitar 1.000 dari 21.800 pelanggan di Wamena yang belum kembali mendapat layanan listrik kare­­na bangunan yang mengalami kerusakan berat.

Perihal pengungsi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pa­rawansa menyatakan jumlah total warga perantau di Wa­me­na asal Jawa Timur yang telah tiba di kampung halaman mereka mencapai 472 jiwa.

Di Su­mat­ra Barat, Kepala Dinas Ke­­­pendudukan dan Pen­­catat­an Sipil ­Kabupaten Pesisir Selatan Evafauza Yulias­man Mansarin menyebut pi­­haknya akan mempermudah pengurus­an dokumen kependudukan dan administrasi bagi warga Pesisir Selatan yang jadi korban kerusuhan Wamena. (MC/YH/FL/Pra/Fer/X-11)

BERITA TERKAIT