08 October 2019, 07:08 WIB

Presiden Irak Serukan Hentikan Bentrokan Berdarah


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/TIMOTHY A CLARY
 AFP/TIMOTHY A CLARY
Presiden Irak Barham Saleh

PRESIDEN Irak Barham Saleh, Senin (7/10), menyerukan penghentian peningkatan kekerasan setelah aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah menyebabkan puluhan tewas termasuk pengakuan polisi menggunakan 'kekerasan berlebih' untuk menghentikan aksi demonstrasi malam hari di Baghdad.

Demonstrasi telah melanda ibu kota Irak dan provinsi di selatan negara itu sejak Selasa (1/10) pertama-tama menuntut reformasi untuk memerangi korupsi dan pengangguran namun kemudian meningkat menjadi perombakan total sistem politik di negara itu.

Dalam sebuah pidato yang ditayangkan televisi nasional, Saleh meminta agar semua pihak menahan diri dan mengusulkan adanya dialog nasional tanpa interfensi asing untuk mengatasi krisis yang tengah terjadi.

Baca juga: Korban Demonstrasi Irak 104 Jiwa

Demonstrasi semacam ini jarang terjadi di Irak karena spontanitasnya. Namun, demonstrasi kali ini juga mematikan dengan lebih dari 100 orang tewas dan 6 ribu lainnya terluka sejak Selasa (1/10).

Saksi mata mengatakan polisi menggunakan gas air mata dan peluru tajam sementara polisi mengklaim ada sniper tidak dikenal yang menembaki demonstran dan polisi.

Saleh mengatakan pihak yang menyerang demonstran dan polisi adalah 'musuh rakyat; dan mengecam aksi penyerangan terhadap kantor media lokal dan regional. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT