07 October 2019, 21:00 WIB

Kuota FLPP Terbatas, Rumah di Maja Dijual Pakai Skema Baru


mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok BNIP
 Dok BNIP
Rumah sederhana sehat (RSH) tipe Lotus di Permata Mutiara Maja.

PERSOALAN terbatasnya kuota KPR subsidi menggunakan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) memancing kreativitas sejumlah pengembang dalam memasarkan rumah sederhana.

Sebagian mereka kini mulai memanfaatkan program pemerintah yang lain terkait pembelian rumah bersubsidi yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Adapun bagi konsumen yang melebihi syarat maksimum mendapatkan subsidi, pengembang banyak menawarkan promo untuk menggenjot penjualan melalui KPR komersial.

"Saya yakin masyarakat sudah mendengar kuota FLPP sangat terbatas, baik tahun ini maupun tahun depan. Karena itu kami anjurkan untuk membeli rumah subsidi menggunakan program BP2BT atau bisa memanfaatkan promo kami buat konsumen komersial," kata Direktur PT Bukit Nusa Indah Perkasa (BNIP) Cornelius Widjaja, dalam siaran pers, Senin (7/10).

PT BNIP ialah pengembang proyek kawasan hunian Permata Mutiara Maja di Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Pada Juli 2019 lalu, BNIP sukses meluncurkan produk rumah sederhana sehat (RSH) tipe Lotus di cluster Orion. Meski bertipe RSH, mutunya diklaim lebih bagus ketimbang rata-rata rumah subsidi yang lain.  

"Karena pemerintah telah menaikan batasan harga jual rumah bersubsidi pada Juni lalu sehingga pengembang memiliki ruang gerak yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi," jelas Cornelius.

Cluster Orion sudah habis terjual dengan mayoritas menggunakan skema KPR FLPP. Kini BNIP membuka lagi sebuah cluster baru yakni cluster Topaz seluas 6,8 hektare. Total unit rumahnya mencapai 642 unit dengan konsep sama dengan tipe Lotus.

"Bedanya kalau dahulu kami jual tipe Lotus dengan program FLPP, kali ini kami mendorong konsumen untuk membeli tipe Lotus dengan program BP2BT," terang Cornelius.

BNIP telah bekerja sama dengan lima bank untuk membeli rumah tipe Lotus seharga Rp140 juta itu dengan menggunakan fasilitas KPR yakni Bank BTN, BNI, BRI Syariah, Mandiri, dan Bank Artha Graha.

Secara umumn, Permata Mutiara Maja dengan luas lahan 200 hektare berada di dalam kawasan Maja yang merupakan kawasan yang sedang berkembang pesat. Kawasan Maja akan menjadi sebuah kota baru seluas 10.703 hektare sebagaimana telah ditetapkan melalui Perpres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Pengembangan Kota Baru Publik Maja dengan konsep transit oriented development (TOD) menempatkan Stasiun Maja sebagai pusat transportasi utama. Kawasan Kota Baru Publik Maja adalah bagian dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak. Total jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa.

Cornelius mengatakan Permata Mutiara Maja pada 2019 menargetkan penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersial. Hingga semester pertama target penjualan 2019 sudah mencapai 50%. (RO/X-12)

BERITA TERKAIT