07 October 2019, 20:36 WIB

Polri Bebastugaskan 6 Polisi Terkait Kematian Mahasiswa di Sultra


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MEDIA INDONESIA/SUSANTO
 MEDIA INDONESIA/SUSANTO
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan menindaklanjuti pemeriksaan terhadap 6 polisi yang diduga melakukan pelanggaran standar operasional pengamanan demonstrasi mahasiswa diputuskan untuk membebastugaskan hingga proses persidangan.

"Dibebastugaskan dari Reskrim dan Intel karena sedang jalani proses riksa sampai persidangan pelanggaran disiplinnya," kata Dedi dimintai keterangannya, Senin (7/10).

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra menyebut sejauh ini, pihaknya masih memproses dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan keenam anggota kepolisian tersebut.

"Keenam anggota diperiksa karena evaluasi internal kami tentang SOP pengamanan unjuk rasa. Jadi masih didalami ada atau tidak keterkaitannya antara 6 anggota yang diperiksa dengan peluru yang mengakibatkan Randi tewas," sebutnya.

Baca juga: Mabes Polri Ungkap 6 Polisi Bawa Senjata Api Saat Demo di Sultra

Dia memastikan, anggota kepolisian itu masih berstatus terperiksa, dalam kasus dugaan melanggar SOP pengamanan unjuk rasa menolak revisi RUU KUHP dan UU KPK di gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9).

"Padahal sudah dijelaskan berkali-kali saat pengamanan unras tidak boleh dibawa senpi. Dalam konteks ini mereka melanggar disiplin," paparnya.

Asep menambahkan bahwa polisi mendalami dua perkara yang berbeda. Oleh karena itu, perlu menjadi catatan bahwa betapa keseriusan Polri memeriksa perkara ini untuk membuat terang benderang.

Perkara pertama yakni terkait meninggalnya dua mahasiswa saat demo menolak UU KPK dan sejumlah rancangan undang-undang di DPRD Sultra. Kedua mahasiswa yang meninggal itu adalah Randi 21, mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan dan Muh Yusuf Kardawi 19 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.(OL-4)

BERITA TERKAIT