07 October 2019, 19:06 WIB

Tiga Peneliti Tentang Sel Menangi Penghargaan Nobel Kedokteran


Melalusa Susthira K | Humaniora

Jonathan NACKSTRAND / AFP
 Jonathan NACKSTRAND / AFP
Tiga peneliti pemenang nobel dalam bidang kedokteran 2019

PENELITI asal Amerika Serikat William Kaelin dan Gregg Semenza, serta peneliti asal Inggris Peter Ratcliffe mendapat penghargaan Nobel Obat atas penemuannya tentang bagaimana sel dapat merasakan dan beradaptasi dengan ketersediaan oksigen.

"Mereka menetapkan dasar bagi pemahaman kami tentang bagaimana kadar oksigen memengaruhi metabolisme seluler dan fungsi fisiologis," ujar juri, Senin (7/10).

Penelitian mereka dinilai telah membuka jalan bagi strategi baru yang menjanjikan untuk memerangi anemia, kanker dan banyak penyakit lainnya.

Juri mengatakan ketiganya telah mengidentifikasi mesin molekuler yang mengatur aktivitas gen dalam menanggapi berbagai variasi kadar oksigen, yang merupakan pusat dari sebagian besar penyakit.

"Upaya intens yang sedang berlangsung di laboratorium akademik dan perusahaan farmasi sekarang difokuskan pada pengembangan obat yang dapat merintangi berbagai penyakit dengan mengaktifkan, atau memblokir, mesin pengindera oksigen," terang juri.

Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Habibie Layak Dapat Nobel

William Kaelin bekerja di Institut Kedokteran Howard Hughes di AS, sementara Gregg Semenza merupakan direktur Program Penelitian Vaskular di Institut John Hopkins untuk Teknik Sel.

Adapun Peter Ratcliffe merupakan direktur penelitian klinis di Francis Crick Institute London sekaligus direktur Target Discovery Institute di Oxford.

Ketiganya akan berbagi jumlah hadiah Nobel sebesar 9 juta kronor Swedia atau sekitar 12,8 milyar rupiah.

Mereka juga akan menerima hadiah dari Raja Swedia Carl XVI Gustaf pada upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm pada 10 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896 yang meminta diberikannya penghargaan bagi seseorang yang berpengaruh dalam surat wasiatnya.

Adapun pada gelaran Nobel Kedokteran tahun lalu, penghargaan diberikan kepada ahli imunologi James Allison dari AS dan Tasuku Honjo dari Jepang, karena telah berhasil memecahkan cara melepaskan rem sistem kekebalan tubuh untuk memungkinkan menyerang sel kanker secara lebih efisien.

Sementara itu, pemenang Nobel Fisika tahun ini akan diumumkan pada Selasa (8/10), yang akan disusul dengan pengumuman pemenang Nobel Kimia pada Rabu (9/10). (afp/OL-4)

BERITA TERKAIT