07 October 2019, 18:50 WIB

Polres Lembata mulai Represif Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Jajaran Polres Lembata, NTT.

UNIT Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Lembata, Nusa Tenggara Timur, mulai mengambil langkah represif terhadap dugaan penyalahgunaan Dana Desa.

Langkah represif tersebut dengan mulai mengekspose tiga kasus dugaan korupsi Dana Desa. Sedangkan satu kasus Dana Desa sudah masuk tahap putusan di Pengadilan Tinggi Kupang.

Kanit Tipikor Polres Lembata, Bripka Pol Kristoforus M Sapa, kepada Media Indonesia, Senin (7/10), mengatakan, kini pihaknya berkonsentrasi menyelidiki tiga kasus dugaan korupsi Dana Desa di Desa Puor B, Kecamatan Wulandoni, Desa Baopana, Kecamatan Lebatukan, dan Desa Kolipadan di Kecamatan Ile Ape.

"Kami sedang ekspose kasus dugaan tindak pidana korupsi di tiga desa, setelah sebelumnya satu desa sudah masuk tahap putusan di Pengadilan Tinggi Kupang. Ekspose kasus dilakukan ke Inspektorat guna melanjutkan ke tingkat penyidikan, namun sebelumnya harus didukung oleh pendapat ahli teknis," ujar Kristoforus.


Baca juga: TNI-Polisi Bali Tanam Mangrove di Tanjung Benoa


Dijelaskan, di Desa Puor B, Kecamatan Wulandoni, pihaknya sedang menyelidiki penyalahgunaan Dana Desa dalam pembangunan embung-embung Tahun Anggaran 2017.

Di Desa Baopana, Kecamatan Lebatukan, diduga terjadi penyalahgunaan Dana Desa dalam pembangunan gapura dan jetty TA 2017, sedangkan di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, diduga terjadi penyimpangan dalam pembangunan fisik maupun pemberdayaan.

"Ekspose ke Inspektorat dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran sebelum memeriksa saksi ahli. Kita berharap dalam tahun ini tiga kasus ini dapat selesai dan mendapatkan kepastian hukum," ujar Kristoforus. (OL-1)

BERITA TERKAIT