07 October 2019, 18:43 WIB

Bekasi Anggap Bantuan DKI RpRp406 Miliar Kurang Banyak


Gana Buana | Megapolitan

antara
 antara
Rahmat Effendi

BANTUAN keuangan yang rencanannya diberikan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp406,7 miliar kepada Pemkot Bekasi dianggap kurang. Padahal, Pemkot Bekasi sudah memasukan sejumlah pembangunan menggunakan dana tersebut dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Bekasi 2020.

“Ya kurang lah, tahun ini (2019) gede,” ungkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Senin (7/10).

Rahmat mengaku tidak bisa berbuat banyak agar anggaran yang diminta sebesar Rp718 miliar dikabulkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, apabila hanya dikabulkan Rp406,7 miliar Ia tak yakin mencukupi kebutuhan pembangunan di Kota Bekasi.

“Ya kita lihat makanya, orang kita minta, masa maksa-maksa,” kata dia.

 

Baca juga: Selundupkan Sabu, MH Dibayar Rp1 Juta oleh Umar Kei

 

Berdasarkan data yang diperoleh, pada 2019 pencairan dana hibah dari Pemprov DKI ke Pemkot Bekasi mencapai Rp752 miliar. Sementara untuk 2020, usulan dana kemitraan yang diajukan Pemkot Bekasi pada Pemprov DKI adalah sebesar Rp351.774.476.000. Sedangkan, usulan dana kompensasi baru adalah sebesar Rp367.226.865.000.

Menurut Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari, ada permohonan program yang tidak bisa dikabulkan karena tidak sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI Jakarta. Salah satu permohonan program yang tidak dikabulkan, yakni pembangunan jaringan dan infrastruktur jalan.

“Kalau untuk kompensasi bau tetap kita berikan, namun untuk pembangunan infrastruktur sudah tidak bisa dikabulkan lagi,” tandas dia. (OL-8)

BERITA TERKAIT