07 October 2019, 17:06 WIB

Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai 40 Miliar Dolar AS


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI
 MI
Ilustrasi ekonomi digital

NILAI ekonomi digital Indonesia tahun ini diprediksi akan mencapai 40 miliar dolar Amerika Serikat. Hal itu terungkap dan riset e-Conomy SEA 2019 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company.

Capaian itu jauh melampaui raihan pada 2015 yang hanya sebesar 8 miliar.dolar AS

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia akan terus bergerak positif. Dalam enam tahun ke depan, diperkirakan nilai tersebut akan menyentuh 133 miliar.dolar AS.

Randy menjelaskan proyeksi itu didasarkan pada transformasi ekonomi dari konvensional ke digital yang berlangsung dengan sangat cepat di Tanah Air.

?E-commerce, media online, transportasi online, wisata dan perjalanan serta jasa keuangan digital menjadi lima sektor pendorong utama," kata Randy di Jakarta, Senin (7/10).

Baca juga : BI Tawarkan Tiga Strategi Dorong Ekonomi Digital

Ia mengatakan banyak perusahaan rintisan di Indonesia yang pintar memanfaatkan peluang. Akhirnya, mereka menjadi pemain tingkat regional yang berhasil memecahkan berbagai persoalan yang kerap ditemui masyarakat sebagai konsumen barang atau jasa.

“Mereka punya pendekatan inovatif. Mereka bisa memecahkan masalah lokal dengan merevolusi jasa transportasi, pengantaran makanan sampai wisata," ujar Randy.

Berdasarkan riset tersebut, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan paling pesat di Asia Tenggara yakni mencapai 49% dari tahun sebelumnya.

Jabodetabek merupakan kawasan pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Tercatat, rata-rata total belanja secara digital mencapai US$555 per kapita sepanjang tahun ini.

Sementara, di kawasan luar Jabodetabek, rata-rata belanja yang dikeluarkan hanya 103 dolar AS per kapita.

"Namun, nilai belanja di luar kota besar diperkirakan akan bertumbuh dua kali lebih pesat dalam enam tahun ke depan," tutur Randy. (OL-7)

BERITA TERKAIT