07 October 2019, 15:56 WIB

Bertemu PM Belanda, Presiden Bahas soal Kelapa Sawit


Nur AIvanni | Ekonomi

MI/Nur Aivanni
 MI/Nur Aivanni
Presiden Joko Widodo dan PM Belanda Mark Rutte menanam pohon di halaman Istana Bogor

PERTEMUAN Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Belanda Mar Rutte membahas dua hal, yaotu penguatan kerja sama ekonomi dan prioritas pengembangan sumber daya manusia yang jadi prioritas pemerintah 5 tahun ke depan.

Terkait perdagangan, Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi mengatakan, pekan lalu Indoensia dan Belanda telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk penguatan kapasitas bagi petani kecil kelapa sawit agar dapat memproduksi sawiit yang berkelanjutan (sustainable).

Belanda, lanjut Retno, merupakan mitra kedua terbesar perdagangan Indonesia dengan Eropa dan data tahun 2018 menunjukkan lebih dari USD 5 miliar.

Untuk investasi, sambung Retno, ada beberapa fokus yang dilakukan kerja sama dengan Belanda, seperti masalah water management dan infrastruktur kemaritiman. "

Kita punya proyek di Semarang dan akan dilanjutkan," tambahnya.

Baca juga : Indonesia-Belanda Tingkatkan Kerja Sama di Bidang Ekonomi

Selain membahas masalah kerja sama ekonomi, terang Retno, Presiden juga menyampaikan fokusnya kepada penguatan SDM dalam lima tahun ke depan.

"Karena itu pendidikan vokasi jadi sangat penting. Dan dua hal yang kita bahas tadi adalah bidang kemaritiman, vokasi di bidang kemaritiman karena sudah ada kerja sama dengan Belanda. Dan satu lagi adalah di bidang keperawatan," tuturnya.

Dalam joint press statement, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyampaikan bahwa kelapa sawit dan produksi yang berkelanjutan dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Kami berupaya untuk mengubah situasi kompleks ini menjadi peluang. Seperti yang tadi MoU baru saja ditandatangani, dan MoU tersebut akan fokus pada pengembangan kapasitas petani skala kecil," jelasnya.

Adapun kerja sama lainnya, sambung dia, mengenai pengelolaan air dan kesehatan. (OL-7)

BERITA TERKAIT