07 October 2019, 13:45 WIB

Pemprov Bali Kembangkan Infrastruktur Wisata di Nusa Penida


Arnoldus Dhae | Nusantara

Antara//Fikri Yusuf
 Antara//Fikri Yusuf
Wisata Pantai Kelingking di Nusa Penida

WILAYAH Pulau Nusa Penida di Kabupaten Klungkung yang kaya akan beragam potensi wisata, namun belum mampu tergarap secara maksimal akibat masih minimnya infrastruktur pendukung sebagai daerah tujuan pariwisata.

Menyadari hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, akan menggenjot pembangunan berbagai infrastruktur pariwisata di Nusa Penida.

Menurut Koster, potensi yang dimiliki Nusa Penida berupa pemandangan alam dan bawah laut serta sejumlah pura yang berpotensi menjadi tujuan wisata religi. Hal ini sangat potensial dikembangkan menjadi sumber pertumbuham ekonomi baru di Bali, khususnya Kabupaten Klungkung.

"Ini masa depan Bali, harus tetap dijaga. Membangun pengembangan pariwisata harus tetap menjaga kepentingan spiritual masyarakat, harus selaras, perkuat kehidupan spiritual masyarakat Nusa Penida," terangnya.

Keseriusan Koster mengembangkan Nusa Penida diwujudkannya dengan mengajak Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bertemu Presiden di Jakarta untuk membahas sejumlah pembangunan infrastruktur di Nusa Penida.

Baca juga : Borneo Extravaganza 2019 Undang Wisatawan ke Kalimantan

"Seusai saya dilantik, saat diundang ke Istana bersama Pak Bupati, saya langsung membawa beberapa proposal usulan proyek. Salah satunya terkait pembangunan dermaga segitiga emas Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan. Awalnya masuk perencanaan pun belum, tapi berkat kerja keras dan hubungan yang baik dengan pemerintah pusat. Akhirnya proposal ini disetujui. Dipastikan pembangunan ini sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2020," ujar Koster.

Kebutuhan akan infrastruktur penyeberangan dari dan menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan menurut Gubernur Koster mutlak diperlukan jika melihat kondisi penyeberangan yang ada saat ini

"Pembangunan ini untuk menunjang kepentingan masyarakat agar Nusa Penida mudah dijangkau utamanya saat pelaksanaan upacara di Pura Dalem Nusa Ped. Sehingga pemedek dari luar gampang tangkil, masyarakat asli lebih gampang mobilisasi kalau mau keluar dan pulang dan yang terpenting layanan pariwisata," ucap Koster

Koseter menyadari upaya membangun infrastruktur di Nusa Penida akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu, ia menegaskan, pengembangan akan dilakukan secara bertahap dan meminta seluruh jajaran masyarakat ikut aktif dalam membangun Nusa Penida.

Tenaga Ahli Bidang Pariwisata Kementerian Pariwisata Gde Pitana menambahkan festival merupakan even yang signifikan untuk mempromisikan pariwisata. Untuk itu harus digelar secara rutin dari tahun ke tahun.

Pitana menegaskan, Nusa Penida merupakan destinasi yang sangat pesat pertumbuhannya dan sudah terkenal di kalangan wisatawan sebagai The Blue Paradise. Untuk itu patut didukung pengembangannya, namun harus tetap hati-hati, dan menggunakan perencanaan yang matang terhadap pengembangan wisata  Nusa Penida.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengaresiasi kepada Gubernur Koster dan Pemerintah Pemprov Bali dalam mendukung kemajuan di berbagai daerah di Bali.

"Semua ini tidak lepas dari usaha tangan dingin Pak Gubernur, maka cita-cita Klungkung memiliki dermaga yang memadai di Nusa Penida-Lembongan akan segera tercapai. Semoga dengan pembangunan ini akan semakin memajukan wisata di daerah ini," ungkapnya.

Baca juga : Forum Mahasiswa Bali Doa Bersama untuk Dua Mahasiswa Kendari

Suwirta menyebutkan, sejumlah potensi yang dimiliki Nusa Penida sudah diakui pemerintah pusat dengan penyematan beberapa branding. Di antaranya Kawasan Strategis Nasional dan Kawasan Konservasi hingga kawasan pulau terluar. Untuk itulah, ia sangat mengharapkan dukungan Pusat dan Pemprov dalam mengembangkan potensi yang ada.

Selama ini sudah banyak event dan agenda di Klungkung. Pemkab Klungkung menggelar upacara Wisudha Gumi dan Ngrarung Pakelem yang diiringi Tarian Rejang Renteng massal oleh sekitar seribu penari.

Tarian itu bertujuan untuk memohon keselamatan serta membersihkan alam beserta isinya. Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan pelepasan Tukik yang dpimpin oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster.

"Jadi tarian Rejang Renteng yang merupakan tarian sakral yang harus kita jaga, lestarikan dan sucikan merupakan rangkaian dari upacara Wisudha Gumi yang digelar Pemkab Klungkung, bukan sebagai pembuka gelaran Festival Nusa Penida ini," tegasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT