07 October 2019, 12:25 WIB

NasDem Inginkan RI Jadi Sumber Pangan Dunia


Putra Ananda | Politik dan Hukum

 MI/Panca Syurkani
  MI/Panca Syurkani
Wakil Ketua DPR yang juga Ketua DPP Partai NasDem Rach­mat Gobel

PARTAI NasDem resmi mengakhiri rangkai-an rapat kerja nasional (rakernas), kemarin. Rakernas tersebut sudah berlangsung sejak 4 Oktober dengan fokus membahas persoalan pertanian dan kemaritiman.

Penutupan rangkaian ­Rakernas NasDem dilakukan Wakil Ketua DPR yang juga Ketua DPP Partai NasDem Rach­mat Gobel. Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menjelaskan rakernas dilakukan sebagai salah satu langkah konkret NasDem mewujudkan ketahanan ­pangan.

“Harapan kita bisa mengurangi impor pangan dari luar dengan kekuatan yang kita bangun dari dalam negeri sendiri. Rakernas ini penting untuk bagaimana kita bisa memecahkan persoalan-persoalan pangan yang ada di daerah,” tuturnya  di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta, kemarin.

Acara penutupan ­Rakernas NasDem turut dihadiri Gubernur Akademi Bela ­Negara (ABN) Partai NasDem IGK Manila dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Effendy Choiri atau yang akrab disapa Gus Choi.

Rachmat Gobel berharap, setelah mengikuti rangkaian pelaksanaan rakernas, segenap pengurus NasDem yang ada di daerah, terkhusus yang membidangi permasalahan pertanian dan ­kemaritiman, dapat menginventarisasi persoalan terkait ketahanan pangan. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan kese-jahteraan rakyat Indonesia secara keseluruhan, khususnya di bidang pangan.

“Tentu di satu sisi ada petani dan nelayan dan juga masyarakat bisa diberikan hasil produk yang berkualitas, dan kita berharap Indonesia bisa menjadi sumber pangan dunia nantinya,” tuturnya.

Ia mengatakan petani dan nelayan adalah garda terakhir pertahanan negara. Pesan itu, imbuhnya, ia ­dapatkan dari mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Jenderal M Jusuf.

Menurut Rachmat Gobel, sang jenderal menyebut bahwa pertahanan terakhir dalam sebuah pertempuran ialah di darat. Aspek strategis yang menjadi tameng pertahanan negara meliputi petani dan nelayan.

“Oleh karena itu, menjabarkan di era globalisasi sekarang ini, kita harus memperkuat petani kita untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara total,” tukasnya.

Ditinggalkan

Ketua DPP Bidang ­Kemaritiman dan Pertanian NasDem Emmy Hafild menyampaikan rakernas ­tahun ini dikuti sekitar 370 peserta. Mereka berasal dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan ­Daerah (DPD) NasDem seluruh ­Indonesia.

Menurut Emmy, rakernas ini digelar atas dasar keprihatinan dan kepedulian NasDem melihat masalah petani dan nelayan di Tanah Air. Pendapatan yang diperoleh petani dan nelayan, kata dia, tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

“Kita punya masalah di pertanian, itu pertama, ­penghasilan petani itu tidak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan, biaya tenaga kerja mahal,” kata Emmy.

NasDem menyadari saat ini bidang maritim dan agraris tidak lagi menjadi kekuatan ekonomi nasional karena mulai ditinggalkan. Anak muda dan generasi milenial tidak lagi tertarik berkecimpung di dua sektor tersebut.

“Anak muda tidak mau masuk pertanian karena kerja keras, hasil tidak seberapa, jadi tenaga kerja kita (petani dan nelayan menua). Ada ­banyak hal lain, masalah pupuk benih dan alat-alat dan sebagainya,” jelas Emmy. (P-2)

BERITA TERKAIT