07 October 2019, 11:00 WIB

Koperasi Klaten Hidup Segan Mati tak Mau


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
https://mediaindonesia.com/read/detail/263208-133-koperasi-di-kota-sukabumi-tak-aktif

ADA pepatah mengatakan hidup segan mati tak mau. Itulah gambaran kondisi koperasi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, saat ini.

Koperasi di Klaten tercatat 889 unit, kategori koperasi aktif 713 sedangkan 176 koperasi lainnya mati suri. Pun koperasi yang tergolong aktif, tidak semua melaksanakan ketentuan RAT atau rapat anggota tahunan secara rutin tiap tahun. Hanya sekitar 300 koperasi yang tiap tahun rutin menyelenggarakan RAT. Untuk Koperasi Unit Desa (KUD) sebanyak 34 koperasi, hanya separuh lebih yang menggelar RAT.

Kondisi koperasi di Klaten itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Klaten Wahyu Haryadi. Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/10), Wahyu menjelaskan koperasi yang hidup segan mati tak mau itu karena kesalahan manajemen.

"Selain manajemen organisasi lemah, sumber daya manusia (SDM) pengelolanya juga belum paham mengenai perkoperasian. Jadi, banyak koperasi yang sekarang tidak aktif atau kolabs karena dari sisi pengurus mereka terlalu percaya kepada manajer pengelola," kata Wahyu.

Koperasi tidak memiliki SOP (standar operasional prosedur) dan SOM (standar operasional manajemen) juga penyebab koperasi mati suri. Karena tidak memiliki standar operasional tersebut, organisasi koperasi tidak berjalan dengan baik. Sehingga koperasi menjadi tidak sehat. Akibatnya, pengelola tidak mampu membuat laporan pertanggungjawaban keuangan. Intinya, SDM memegang peranan sangat penting.

Baca juga: 133 Koperasi di Kota Sukabumi tak Aktif

Koperasi yang tidak sehat juga disebabkan kurang kreativitas dan inovasi. Sehingga, produk yang dihasilkan tidak mempunyai daya saing. Menurut Wahyu, koperasi yang kurang aktif selama ini akan didorong supaya lebih produktif, mandiri, sehat, dan berdaya saing tinggi.

Untuk itu, ada beberapa langkah yang sudah dilakukan, seperti pembinaan dan pengawasan, serta kunjungan ke masing-masing koperasi.

"Kami targetkan 300 koperasi dapat dikunjungi tahun ini, sekaligus diberikan pembinaan dan bimbingan di bidang manajemen. Selain itu, diberikan pelatihan penguatan kelembagaan koperasi. Kemudian, setiap tiga bulan sekali rakor dengan peserta 50 orang dan bergantian," ujarnya.

Sebagai upaya pembinaan dan untuk lebih memacu lagi, Dinas Dagkop & UMKM tahun ini melakukan penilaian koperasi berprestasi. Koperasi di Klaten juga sudah E-Koperasi, yang menurut rencana akan diluncurkan pada 17 Oktober nanti, bersamaan dengan pembukaan pameran ekonomi kreatif di Klaten.(OL-5)

BERITA TERKAIT