07 October 2019, 10:00 WIB

Telepon Macron, Johnson Pastikan Brexit tidak Ditunda


Willy Haryono | Internasional

AFP/HO/PRU
 AFP/HO/PRU
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Uni Eropa bahwa negaranya tidak akan menunda Brexit melewati tenggat 31 Oktober mendatang.

Ia menggarisbawahi proposal terbaru Inggris mengenai Brexit adalah kesempatan terakhir dalam mencapai kesepakatan dengan UE.

Brexit, atau Britain Exit, adalah istilah untuk keluarnya Inggris dari keanggotaan UE. Brexit tengah diupayakan Inggris setelah menggelar referendum keanggotaan UE pada 2016.

Berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron via sambungan telepon, Johnson meminta UE untuk "tidak salah mengira bahwa Inggris akan tetap menjadi anggota setelah 31 Oktober."

PM Johnson menegaskan dirinya tidak akan mengajukan permohonan penundaan meski parlemen Inggris telah meloloskan aturan terbaru yang mengharuskan dirinya menunda Brexit jika kesepakatan dengan UE tidak tercapai.

Baca juga: Uni Eropa Kritik Proposal Brexit Johnson

"Aturan tersebut mengganggu jalannya negosiasi. Tapi, jika para petinggi UE mengira aturan tersebut akan berujung pada (terwujudnya Brexit) tanpa kesepakatan, itu adalah sebuah kesalahpahaman besar," ujar juru bicara Downing Street, mengutip ucapan PM Johnson, dilansir dari AFP, Minggu (6/10).

Sejumlah diplomat UE mengatakan London perlu merevisi perjanjian Brexit sebelum akhir pekan mendatang.

Hal tersebut bertujuan agar tidak ada lagi aktivitas tawar menawar antara dua kubu saat Konferensi Tingkat Tinggi UE digelar pada 17-18 Oktober.

KTT dua hari tersebut akan menentukan apakah Brexit akan terwujud dengan perjanjian, tenggat waktunya diperpanjang, atau tidak ada kesepakatan sama sekali.

Sementara itu, Menteri Brexit Stephen Barclay meminta UE memperlihatkan "kreativitas dan fleksibilitas" menjelang 31 Oktober. UE juga diminta untuk meningkatkan intensitas dialog dengan Inggris.

"Kami telah melayangkan sejumlah proposal serius. Untuk itu, negosiasi harus dilakukan secara intensif untuk mengklarifikasi detail dari proposal yang telah kami sampaikan," sebut Barclay.

Tim negosiator UE, Michel Barnier, menilai terwujudnya Brexit dengan perjanjian masih mungkin terjadi meski kemungkinannya kecil.

"Kami juga siap untuk (Brexit) tanpa perjanjian. Tapi perlu dicatat bahwa (Brexit) tanpa perjanjian tidak akan pernah menjadi pilihan UE. Namun jika pada akhirnya terjadi, maka itu adalah pilihan Inggris," sambung dia. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT