07 October 2019, 00:30 WIB

Dari Gorontalo untuk Dunia


Sugeng Sumariyadi | Nusantara

MI/Sugeng
 MI/Sugeng
Sejumlah karyawan PT Harvest Gorontalo Indonesia tengah melakukan aktivitas produksi sediaan jamu untuk pemulihan jaringan tubuh manusia

RIYANTO punya cara tersendiri untuk menembus ketatnya persaingan bisnis di negeri Tiongkok. Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia itu menerapkan metode berkorban sedikit untuk mendapat hasil besar. 

“Saya mengirim secara cuma-cuma hasil produksi perusahaan, yakni Soman, kepada sahabat dan kolega. Setelah tahu khasiat dan merasakannya, mereka percaya dan akhirnya membeli,” tutur pengusaha asal Sumatra Utara itu. 

Kalaupun para pengusaha di Tiongkok tidak merasakan khasiat Soman, Riyanto merasa tidak harus kecewa. “Paling tidak saya bisa menambah satu teman meski belum menjalin bisnis dengan mereka.” 
Ternyata tekad Riyanto menembus bisnis herbal atau jamu di Tiongkok berbuah positif. Setelah menggunakan Soman, para pengusaha di ‘Negeri Tirai Bambu’ meyakini sediaan itu sangat berguna, khususnya untuk pengobatan diabetes. 

Tahun ini, PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) benar-benar mendapat berkah. Soman dipesan oleh pengusaha di Tiongkok dan Hong Kong. Bahkan perusahaan di Tiongkok sudah memberikan uang muka untuk kontrak senilai US$12 juta. 

Ini catatan pertama perusahaan sediaan jamu dari Tanah Air bisa menembus Tiongkok yang dikenal memiliki produk-produk herbal yang banyak dan berkhasiat. 

Adapun dua perusahaan di Hong Kong sudah menandatangani kontrak Soman senilai US$22,1 juta. Perusahaan ini memiliki jaringan pemasaran di 54 negara Asia, Afrika, dan Amerika sehingga produk asli dari Kabupaten Gorontalo itu bisa mendunia lewat jaringan mereka. “Kami mendukung PT HGI memproduksi sediaan yang berkualitas, sehat, dan aman,” ungkap pejabat Balai POM Gorontalo, Musafar. 

Soman
Soman atau dikenal dengan nama produk Sozo Formula Manggala 1 ialah produk original temuan putra daerah Gorontalo, Mohammad Yamin Lahay. Dengan bahan dasar umbi manggata yang hanya ada di daerah ini, Yamin memformulakannya dengan 39 bahan lain, yakni 18 buah-buah­an asal Indonesia, 14 sayuran yang tersedia di dalam negeri dan 7 rempah-rempah lokal. 

“Dengan formula yang ada pada Soman, kami yakin bisa memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Namun, dalam perjalanan, para masyarakat ternyata menggunakannya untuk mengobati luka diabetes, dan mereka bisa disembuhkan,” ungkap Yamin Lahay, yang saat ini menjabat salah satu direktur di PT HGI. 

Tidak hanya di dalam negeri, para konsumen di luar negeri juga membuktikan khasitas Soman untuk luka diabetes. Karena testimoni mereka itulah, peluang ekspor Soman ke sejumlah negara menjadi sangat terbuka. 

Soman diproduksi dari sebuah pabrik modern di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Di atas lahan 7,8 hektare, ­Soman dibuat dengan mesin-mesin ­modern, juga lingkungan pabrik yang sangat steril. 

Dengan sekitar 200 pegawai, yang sebagian besar putra daerah Gorontalo, pabrik ini sudah mengantongi sertifikasi ISO 9001-2008 dan 2015, serta serfikat cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). 

“Kami membangun pabrik dan perusahaan dari daerah, tapi mampu berprestasi di tingkat internasional. Misi PT HGI ialah memproduksi sediaan yang aman, bermutu, berkhasiat, dengan standar nasional dan internasional,” tambah Djoko Rusdianto, Direktur PT HGI. 

Dari Gorontalo, PT HGI optimistis mampu menembus pasar dunia dengan Soman. “Kami menjawab tantangan Presiden Joko Widodo, dari daerah harus muncul pemain-pemain kelas dunia, dengan produk asli Indonesia. HGI menjawab tantangan itu,” tandas Riyanto. (N-3) 
 

BERITA TERKAIT