06 October 2019, 22:30 WIB

Redakan Demonstrasi, Kabinet PM Irak Keluarkan Dekrit


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/Str
 AFP/Str
PM Irak, Adel Abdul Mahdi.

KABINET Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengumumkan akan mengeluarkan sederet reformasi sebagai tanggapan atas demonstrasi anti-pemerintah yang telah menewaskan hampir 100 orang.

Minggu (6/10) pagi, kabinet Abdul Mahdi mengeluarkan dekrit termasuk lebih dari selusin agenda reformasi yang sudah lebih dulu dicanangkan. Dekrit tersebut mencakup distribusi lahan, pendaftaran militer, dan peningkatan tunjangan kesejahteraan bagi keluarga yang membutuhkan.

Adapun terkait tingginya angka pengangguran pemuda Irak, yang menurut Bank Dunia telah mencapai angka 25 %, pemerintah mengatakan akan menciptakan kompleks pasar yang besar dan meningkatkan bantuan bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan.

Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbusi juga menjanjikan serangkaian reformasi dalam pertemuan dengan anggota parlemen yang berlangsung pada Sabtu (5/10) lalu. Namun al-Halbusi tidak mengadakan sesi legislatif sebagaimana yang direncanakannya karena tak memenuhi kuorum kehadiran anggota parlemen.


Baca juga: Tiga Jenazah WNI Korban Jembatan Runtuh Taiwan akan Dipulangkan


Sejak Selasa (1/10) rakyat Irak telah berkumpul di Baghdad dan kemudian menyebar ke wilayah selatan Irak lainnya guna menuntut reformasi, sebagaimana yang dijanjikan Abdul Mahdi saat ia terpilih sebagai perdana menteri Irak pada tahun lalu.

Demonstrasi yang awalnya memprotes maraknya korupsi oleh pejabat Irak, buruknya layanan publik, dan tingginya angka pengangguran telah berkembang luas menjadi seruan bagi pemerintah untuk mundur.

Demonstrasi yang sebagian besar berlangsung spontan tersebut didominasi oleh pemuda laki-laki. Mereka mengaku bahwa aksi mereka tidak terkait dengan partai atau lembaga agama mana pun.

Sabtu (5/10) kemarin, komisi hak asasi manusia parlemen Irak mengungkapkan setidaknya 99 orang telah tewas dan hampir 4.000 lainnya terluka dalam demonstrasi terbesar sejak Abdul Mahdi memerintah Irak setahun yang lalu.

Pemerintah Irak telah secara resmi menetapkan mereka yang tewas dalam aksi demonstrasi sebagai martir, dan akan memberikan sejumlah tunjangan bagi keluarga mereka korban yang ditinggalkan. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT