06 October 2019, 20:02 WIB

Wirausaha Sosial Perkuat Ekonomi Kerakyatan


Mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Kegiatan Millenial Fest Industri 4.0 di Ballroom Hotel Adimulia, Medan.

INDONESIA memiliki segudang anak muda yang terjun sebagai wirausaha sosial demi memajukan ekonomi kerakyatan di era revolusi industri 4.0. Dua di antaranya adalah Arina N Baroroh dan Alamanda Shantika Santosa. Mereka menjadi pembicara di Millenial Fest Industri 4.0, Medan.  

Arina N Baroroh adalah project manager Du'Anyam yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Du'Anyam memproduksi dan mendistribusikan kerajinan anyaman untuk beberapa tujuan. Sementara itu, Alamanda Shantika Santosa ialah project director Binar Academy.

Arina mengatakan, menjadi wirausahawan sosial banyak tantangan. Kaitannya dengan revolusi industri 4.0, Du'Anyam sudah menggunakan teknologi aplikasi monitoring produksi. Hal ini menantang bagi Arina, karena sebelumnya para pekerja tidak biasa memegang smartphone.

"Tetapi kemudian tantangan itu berhasil dilalui," kata Arina dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Minggu (6/10).

Baca juga: Rasio Utang Perusahaan Indonesia Masih Aman

Di sisi lain, Alamanda selaku project director Binar Academy menceritakan bahwa sejak kecil sudah belajar coding. Sejak saat itu, ia mulai mencintai dunia teknologi.

Ketika berniat mendaftar kuliah, ekonomi keluarga Alamanda sedang jatuh. Yang bisa dilakukan Alamanda hanya membuat situs. Ia berusaha mendapatkan penghasilan dengan kondisi yang sangat terbatas.

"Sampai suatu ketika ada teman yang minta saya bikinin website, jadilah website-nya. Sejak itu banyak yang order website ke saya,"ujar Alamanda.

Pada usia 21 tahun, Alamanda mendirikan perusahaannya pertamanya, sebagai provider website. Namun, karena merasa bekal untuk menjadi entrepreneur-nya masih kurang, Alamanda memutuskan untuk bekerja dulu di sebuah perusahaan.

Pada waktu itu, Alamanda berperan sebagai orang yang meramu ide-ide inovasi dari Nadim Makarim di Go-Jek. Ia merasa bangga pernah menjadi bagian dari Go-Jek, apalagi dirinya juga punya peran saat decacorn ini masih merintis.

Ia sendiri sudah keluar dari Go-Jek dan mendirikan Binar Academy. Alamanda kemudian memaparkan berbagai kunci sukses mengembangkan produk. Pertama, perlu memahami customer. Berikutnya yang tak kalah penting adalah memiliki visi besar dengan tetap berpikir sederhana dan pragmatis. (*/A-5)

BERITA TERKAIT