06 October 2019, 18:30 WIB

Ambulans Motor Kurangi Angka Kematian Pasien di Desa Terpencil


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Ambulans motor yang menjangkau pasien di desa terpencil di wilayah Flores Timur, NTT.

JALAN aspal hanya berhenti 1 kilometer menuju kali. Hanya tersisa satu telapak kaki orang dewasa, genangan air di kali itu karena musim kemarau tahun ini telah menurunkan debit air.

Menurunkan kaki kiri, mengembalikan transmisi ke gigi lebih rendah dan memutar gas penih,Ddirektur Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS), Mansetus Balawala, memacu sepeda motor YT melintasi kali dengan bebatuan menyembul ke atas permukan air.

Aktivis LSM itu bersama seorang bidan dan staf YKS, Minggu (6/10) siang, mengunjungi Desa Basira yang terpencil di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Kita lihat kondisi pasiennya. Kalau bisa dibawa dengan sepeda motor, kita usahakan bawa saja," demikian instruksi Mansetus kepada bidan desa dan stafnya, saat sudah melewati jalan di dalam kali berbatu.

Menurut laporan keluarga pasien kepada bidan desa, pasien tersebut tidak mampu berdiri, sedangkan jarak dari desa menuju Puskesmas, kurang lebih 20 km. Parahnya, tidak ada angkutan umum yang berani masuk ke kampung itu.

Perawatan pasien dilakukan seadanya mengandalkan obat-obatan yang dijual di kios desa tersebut.

Ada dua skenario disiapkan. Pertama, membawa pasien melalui jalur laut, pasien itu akan dilarikan ke RSUD Larantuka.

Skenario kedua, pasien itu dibonceng dengan sepeda motor menuju Puskesmas untuk dirawat di Tanjung Bunga yang berjarak 20 km dari kampung.

Ketiganya memilih membawa pasien itu untuk dirawat ke Puskesmas Tanjung Bunga, dengan sepeda motor. Tidak ada perahu yang sedang parkir, karena para nelayan di kampung itu semuanya sudah melaut.

Sederetan penghargaan, berupa piala dan piagam, buah dari kerja keras YKS terpampang di dinding tembok kantor mungil di Jalan Basuki Rahmad, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Yayasan itu telah mengembangkan program manajemen kerusakan minimum (zero breakdown) sepeda motor (ambulans motor) untuk pelayanan kesehatan dipedesaan sejak 2002.


Baca juga: Peringati Bulan PRB, Forum PRB DIbekali Teknik Evakuasi dari Ketinggian


LSM itu menyediakan sepeda motor untuk dipergunakan oleh petugas kesehatan, melayani pasien di desa-desa yang masih sulit dijangkau kendaraan dinas milik pemerintah ataupun angkutan umum.

Program zero breakdown (ambulans motor) yang dikerjakan YKS bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur itu pun berhasil menurunkan angka kematian ibu/anak di wilayah kerja YKS dari 20 kasus kematian ibu pada 2002 menjadi 1 kasus pada 2012.

Sementara angka kematian bayi/balita dari 70 kasus pada 2002 menjadi 4 kasus di 2012. Hasil kerja yang terukur itu memberikan sederetan penghargaan.

Pada 2013, terdapat total 6 kasus kematian Ibu di Kabupaten Flores Timur, namun di wilayah yang diintervensi ambulans motor 0 kasus, angka kematian bayi 0-11 bulan, total 78 kasus, di wilayah program YKS hanya 11 kasus, kematian anak 0-59 bulan, total 49 kasus, di wilayah program hanya 4 kasus.

Pada 2014, total kasus kematian ibu di Flotim sebanyak 4 kasus, di daerah dampingan YKS 0 kasus, sedangkan angka kematian bayi 0-11 bulan total 66 kasus, di wilayah dampungan YKS 0 kasus, kematian Balita 0-59 bulan di Flotim 10 kasus, di daerah dampingan YKS, 0 kasus.

Pada 2015, total kasus kematian Ibu di Flotim sebanyak 2 kasus, di wilayah dampingan YKS 0 kasus, total kematian bayi 0-11 bulan total 34 kasus, di wilayah dampungan YKS 1 kasus, kematian balita 0-59 bulan di Flotim 9 kasus, di daerah dampingan YKS, 0 kasus.

Pada 2016, total kasus kematian Ibu di Flotim sebanyak 6 kasus, di wilayah dampingan YKS 0 kasus, total kematian bayi 0-11 bulan total 32 kasus, di wilayah dampungan YKS 18 kasus, kematian balita 0-59 bulan di Flotim 6 kasus, di daerah dampingan YKS, 0 kasus.

Pada 2017, total kasus kematian ibu di Flotim sebanyak 4 kasus, di wilayah dampingan YKS 0 kasus, total kematian bayi 0-11 bulan total 47 kasus, di wilayah dampungan YKS 4 kasus, kematian balita 0-59 bulan di Flotim 57 kasus, di daerah dampingan YKS, 2 kasus.

Kepada Media Indonesia, Mansetus Balawala, Direktur YKS, menjelaskan, sejak Juli 2002, YKS mulai bekerja mengembangkan Program Manajemen Sarana Transportasi khususnya Pengelolaan Kerusakan Minimum (zero breakdown) Sepeda Motor.

Warga setempat menyebutnya, program ambulans motor. Yayasan ini pun memilih fokos bekerja di Kecamatan Lewolema, Solor Barat, Tanjung Bunga, Woltan Ulumado dan Adonara Tengah. Wilayah tersebut termasuk susah diakses oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

LSM itu mengembangkan Program Ambulans Motor, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur.

Di samping penyuluhan tentang kesehatan, pihak YKS menjamin alat transportasi sepeda motor sedangkan Dinkes setempat menyediakan petugas medis.

Sepeda motor itu dipersiapkan untuk mengantar jemput pasien dari wilayah perdesaan untuk dirawat di RS. (OL-1)

BERITA TERKAIT