06 October 2019, 16:30 WIB

Pompeo Kecam Demokrat Lakukan Pelecahan terkiat Subpoena


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Costas Baltas
 AFP/Costas Baltas
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyebut komite kongres yang dipimpin Partai Demokrat di parlemen AS telah melecehkan departemennya dan Gedung Putih atas subpoena (surat perintah) yang dilayangkan guna menyerahkan dokumen terkait skandal Ukraina.

"Itu pelecehan, dan saya tidak akan pernah membiarkan hal tersebut terjadi pada tim saya," ujar Pompeo saat berkunjung ke Athena, Yunani, Sabtu (6/10).

Pompeo lantas menyebut bahwa penyelidikan pemakzulan Trump oleh Demokrat sebagai sebuah permainan bodoh. Ia menegaskan pemakzulan tersebut sebagai pengalihan dari isu-isu penting seperti peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, Tiga Komite DPR AS telah mengeluarkan subpoena kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo beserta pejabat Departemen Luar negeri lain, serta Gedung Putih.

Subpoena yang ditujukan kepada penjabat Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney tersebut, menuntut agar Gedung Putih menyerahkan dokumen skandal Ukraina pada 18 Oktober mendatang.

Baca juga : Trump Desak Tiongkok Menyelidiki Korupsi Biden

Subpoena tersebut ditandatangani oleh tiga ketua komite Demokrat di DPR yakni, Ketua Komisi Intelijen Adam Schiff, Ketua Komisi Pengawas dan Reformasi Elijah Cummings, dan Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Eliot Engel.

"Gedung Putih telah menolak untuk terlibat dengan, atau bahkan menanggapi, beberapa permintaan dokumen. Tindakan tersebut membuat kami tidak punya pilihan selain mengeluarkan subpoena," ujar ketua dari tiga komite DPR dari Partai Demokrat tersebut, dalam sebuah pernyataan Jumat (4/10).

Adapun, pembocor rahasia atau whistleblower kedua dikabarkan akan muncul ke publik. Seperti dilansir New York Times pada Jumat (4/10) lalu, ia disebut-sebut memiliki lebih banyak informasi langsung tentang peristiwa tersebut, yang akan membuat Trump semakin sulit untuk mengelak.

Dalam cicitannya, Trump menyebut percakapan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagaimana dibocorkan oleh whistleblower pertama sepenuhnya salah. Ia pun tak gentar dan mengaku menyambut munculnya whistleblower kedua seperti yang digadang-gadang.

"Biarkan mereka datang!", tulis Trump dalam utas Twitternya, Sabtu (5/10).

Penyelidikan terkait pemakzulan bergulir atas mencuatnya bukti yang menunjukkan bahwa Trump menyalahgunakan kekuasaannya untuk meminta bantuan politik kepada Zelensky.

Trump diduga mencoba menahan bantuan militer AS untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar mencari informasi yang mendiskreditkan pesaingnya dari Demokrat pada Pemilu 2020 mendatang, Joe Biden.

Trump yang tanpa bukti meminta Zelensky menyelidiki dugaan korupsi Hunter Biden, anak Joe Biden yang pernah menjadi dewan direksi di sebuah perusahaan gas raksasa di Ukraina, Burisma Holdings. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT