06 October 2019, 11:40 WIB

20 Perusahaan Asing Diduga Terlibat Karhutla


Indriyani Astuti | Humaniora

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
 ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru berupaya ,elakukan pemadaman bara api yang kembali membakar lahan gambut

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan penyegelan terhadap 64 lahan perusahaan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugadirman menuturkan dari 64 lahan yang disegel, ada 20 perusahaan di antaranya milik luar negeri dan selebihnya perusahaan dalam negeri.

"Berasal dari luar negeri yakni Singapura, Hong Kong dan Malaysia," ujar Ruandha di Jakarta, Jumat (4/10).

Ia mengatakan penyidik Kementerian LHK masih mendalami dugaan  sejumlah pelaku atau dalang dibalik kebakaran hutan lahan (karhutla). Rincian perusahaan itu, jelas Ruandha, berasal dari 47 unit perkebunan sawit, 13 unit hutan tanaman, satu unit restorasi ekosistem, 3 unit hutan alam dengan luas total area yang terbakar seluas 14.343 hektare.

“Sedangkan kasus kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Polri, sejumlah 196 kasus,” ungkap Ruandha

Baca juga: Pencegahan Karhutla Harus Dengan Sistem Cerdas

Lebih lanjut, ia merinci kasus Karhutla di Polda Riau sebanyak 52 kasus, 47 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Sumsel ada 18 kasus dengan 27 orang tersangka dan satu perusahaan. Polda Jambi terdapat 10 kasus dan 14 orang tersangka.

Sementara itu, di Polda Kalsel terdapat 4 kasus dengan 4 orang tersangka, Polda Kalteng 57 kasus, 65 orang tersangka dan satu perusahaan, serta Polda Kalbar ditemukan 55 kasus, 61 orang tersangka dengan dua perusahaan.(OL-5)

BERITA TERKAIT