06 October 2019, 08:40 WIB

BNPB Sosialisasi Sadar Bencana di Panimbang Pandeglang 


mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. BNPB
 Dok. BNPB
BNPB lakukan sosialisasi sadar bencana di Pandeglang

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan edukasi dan sosialisasi budaya sadar bencana di lokasi kelima tahun 2019, yakni di lapangan Reunghas, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (5/10).

Kegiatan serupa sebelumnya sudah dilakukan di Bogor, Gresik, Pekalongan dan Karangasem Bali. Potensi bencana masing-masing daerah berbeda. Kabupaten Pandeglang berpotensi banjir, gempa bumi, tsunami, kekeringan, puting beliung dan gunung api. Khusus di Banten ancaman yang cukup tinggi yakni bencana Puting Beliung. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatinmas) BNPB Agus Wibowo yang mewakili Kepala BNPB mengatakan masyarakat perlu tahu adanya ancaman bencana di daerah Panimbang, Pandeglang.

"BNPB bukan menakuti-nakuti namun mengingatkan, mengedukasi dan menyosialisasikan dalam mengambil inisiatif melakukan penyelamatan diri," kata Agus Wibowo. 

Salah satunya dengan membangun komunikasi melalui kesenian tradisional yakni wayang golek. Hal ini merupakan model atau salah satu saluran komunikasi menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Pagelaran wayang golek dengan dalang Opick Sunandar Sunarya, Mekar Arum 2 Giriharja, dipilih menyampaikan edukasi bencana di sela pertunjukannya mendalang dengan bahasa daerah Sunda cukup efektif, agar masyarakat teredukasi sekaligus terhibur.

Agus juga mengingatkan musim kemarau akan berakhir dan masuk ke musim penghujan.

"Perlu bagi masyarakat untuk membersihkan selokan atau parit agar tidak terjadi banjir," ujarnya.

Tak hanya itu, masyarakat pun diminta berhati-hati atas pemberitaan bohong (hoaks) yang marak di media sosial. Ia meminta masyarakat meyakini dan memperoleh berita dari sumber resmi seperti BMKG, BPBD atau BNPB.

BNPB berharap apa yang dilakukan dapat menjadi contoh untuk pemerintah daerah dalam melanjutkan sosialisasi bencana. Baik di sekolah ataupun melalui kesenian tradisional.

"Libatkan berbagai komponen, pemerintah daerah dan masyarakat. Semoga acara ini bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi contoh untuk pemerintah daerah mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana," ungkapnya.

Camat Panimbang, Suhaedi Kurdiatna, menjelaskan Panimbang mempunyai 28 km pantai dengan potensi bencana tsunami. Pascatsunami Desember 2018, sebulan setelahnya Panimbang juga diterjang puting beliung.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan BNPB dalam memberikan edukasi bencana. Masyarakat harus siap mengantisipasi sebelum bencana terjadi.

"Banyak berita hoaks dari media sosial. Isu yang meresahkan masyarakat sehingga menyulitkan kami untuk melakukan evakuasi atau tidak," ucap Camat Panimbang. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan juga melaporkan Hunian Sementara (Huntara) bantuan BNPB sudah selesai dan Hunian Tetap (huntap) sedang dalam penyiapan lahan oleh provinsi.

Surya mengatakan sejak 2015 hingga 2017, BNPB sudah datang ke Pandeglang dan melakukan sosialisasi. Utamanya, untuk menghadapi gempa bumi dan tsunami.

Baca juga:Kepala BNPB Ajak Kembalikan Gambut ke Kodratnya

Asisten Daerah 1 Bupati Pandeglang Ramadani yang mewakil Bupati Pandeglang mengatakan huntap rencana akan dibangun, namun masih dalam penyiapan lokasi tanah.

"Huntara sudah terbangun oleh BNPB di Panimbang, Sumur dan Carita. Selanjutnya jika ada program lagi dari BNPB, Kabupaten Pandeglang membutuhkan shelter tsunami, di daerah Kecamatan Panimbang dan daerah lain beserta jalur evakuasinya," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapusdatinmas BNPB juga memberikan bingkisan untuk 15 anak yatim di Panimbang, Pandeglang. Wayang golek dengan Dalang Opick Sunandar Sunarya ini juga disiarkan langsung oleh radio RRI yang bekerja sama dengan BNPB dan direlai RRI Pandeglang Banten. 

Di pagi harinya, BNPB juga sudah melakukan sosialisasi di SDN 1 dan 4 Citeureup. Kegiatan ini dilakukan di dalam dan luar ruangan yang diikuti kelas 1-6 sekolah dasar.  Peserta menerima materi tentang penanganan penanggulangan bencana di Indonesia, pengenalan pemadam kebakaran dan bagaimana mengatasi api, lomba mewarnai, dongeng edukasi bencana, simulasi dan sebagainya.

Selain sosialisasi budaya sadar bencana melalui edukasi bencana di sekolah dan kesenian tradisional, BNPB juga telah melakukan sosialisasi dalam bentuk Ekspedisi Desa Tangguh Bencana, Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), peringatan bulan PRB di bulan Oktober.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT