06 October 2019, 08:25 WIB

Pengungsi Wamena Minta Jaminan Keamanan


Akmal Fauzi akmal | Politik dan Hukum

Dok. Humas Polda
 Dok. Humas Polda
Kapolda Papua Imbau Pengungsi Tak Pulang Kampung: Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyapa pengungsi dari Wamena  

Sejumlah pengungsi korban kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengaku bersedia untuk kembali jika situasi sudah aman dan rumah mereka kembali dibangun.

Yang terpenting bagi mereka ialah situasi keamanan yang kondusif dan bantuan pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak. "Bertahan di sini dulu sudah," kata Fani, warga asal Toraja yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Wamena, Sabtu (5/10).

Fani bersama tiga anak dan suaminya terpaksa mengungsi karena rumah mereka di Distrik Hom-Hom rata dengan tanah karena dibakar massa saat terjadi kerusuhan pada 23 September 2019.

Namun, ia bersama keluarga tetap bertahan di Wamena dan tidak kembali ke kampung halaman di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, karena masih punya harapan untuk tetap tinggal di Papua.

Selain itu, untuk pulang kampung, kata dia, dibutuhkan biaya yang besar, sedangkan mereka tidak memiliki harta benda lagi karena semuanya sudah terbakar bersama tempat kediaman.

Hal senada disampaikan Damaris yang juga mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya. "Rencananya ingin pulang ke rumah. Mereka tidak pulang karena rumah sudah habis terbakar," kata Damaris.

Sebanyak 1.254 orang masih bertahan di pengungsian Kodim 1702/Jayawijaya sejak kerusuhan. Sebanyak 2.636 orang juga masih mengungsi di Wamena pascakerusuhan. Sebelumnya, ribuan orang sudah meninggalkan Wamena kembali ke kampung halaman masing-masing.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial pun telah mendistribusikan bantuan senilai Rp3,8 miliar untuk penanganan dampak kerusuhan di Wamena berupa logistik, usaha ekonomi produktif, dan santunan ahli waris korban meninggal dunia.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan pemerintah mendorong warga yang eksodus untuk kembali ke Wamena. "Dengan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri, situasi cukup kondusif dan kegiatan masyarakat termasuk aktivitas ekonomi sudah berjalan," katanya.

Mulai kondusif

Situasi di Wamena, Papua, dilaporkan mulai kondusif pascakericuhan. Sejumlah menteri kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla bersama Kapolri dan Panglima TNI dijadwalkan akan meninjau lokasi.

"Besok tanggal 7 (Senin, 7 Oktober 2019), Menko Polhukam, Panglima, Kapolri, Mensos, Menteri Kesehatan, Menteri BUMN, dan Menteri PU-Pera akan langsung ke lapangan, ke Wamena," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di sela peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10).

Dia mengatakan segala kebutuhan masyarakat dapat disalurkan dengan lancar. Aparat keamanan, seperti polisi, dan masyarakat turut membantu. "Alhamdulillah logistik tak masalah dan bantuan kesehatan, termasuk dari lapangan di Wamena, semua berjalan baik. Khusus di Wamena ada 3.800 pengungsi yang ada di Wamena yang ikut di Kodim, Koramil, dan polsek," ujarnya. Harapannya, kegiatan rutin di Wamena bisa dilakukan kembali. Dia ingin kehadiran unsur pemerintahan di sana membuat masyarakat tak lagi ketakutan sehingga perekonomian tak terganggu. (Ant/JI/X-6)

BERITA TERKAIT