05 October 2019, 22:10 WIB

Milenial Diminta Selektif Konsumsi Informasi


Budi Ernanto | Humaniora

Dok. Kemenpora
 Dok. Kemenpora
Acara Pemuda Mengkaji dengan tajuk Millenial Bersatu Indonesia Maju, Jakarta, Sabtu (5/10).

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kegiatan Pemuda Mengkaji dengan tajuk Millenial Bersatu Indonesia Maju di Jakarta, Sabtu (5/10). Dalam acara itu, disampaikan pesan untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal guna menjaga persatuan.

Pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Staf Khusus Presiden Ali Mochtar Ngabalin dan Asiten Deputi Kemenpora Abdul Rafur. Menurut Ali Ngabalin, untuk membangun  bangsa yang kuat, generasi milenial harus disiapkan menghadapi masa depan.

"Kepercayaan, moral, pengetahuan, harus dimiliki oleh generasi muda bangsa ini. Karena warisan bagi negara ialah negara yang mampu menyiapkan generasi mudanya," kata Ali.

Namun, di tengah era digital, arus informasi menjadi tak terbendung dan banyak informasi yang salah, akhirnya keluar masuk tanpa filter. Akibatnya, provokasi mudah terjadi.

Apabila sudah terjadi provokasi, lanjut dia, maka masyarakat terutama anak muda akan mudah dibenturkan dan diadu domba. Salah satu pemicunya, ialah tak mampu menyaring segala informasi yang masuk via media sosial.

Baca juga: Sarjana, Hoaks, dan Upaya Perdamaian

"Media sosial, ini tak bisa dipertanggung jawabkan. Beda dengan media mainstream. Untuk itu, yang harus menjaga ialah dirinya sendiri. Maka sebisa mungkin, harus bisa konfirmasi atau check and recheck," kata dia

Sementara itu, Rafur menegaskan bahwa generasi milenial harusnya mampu lebih pintar dalam menerima informasi. "Peradaban manusia diukur dari pengetahuan, dan itu dari membaca buku. Jadi dengan banyak membaca, kita lebih bisa lebih mudah melakukan filterisasi," tutur Rafur.

Dia pun meminta agar milenial Indonesia jangan mudah kena berita hoaks yang menyebar begitu cepat. "Ini yang harus diantisipasi, kita periksa informasinya. Anak muda harus cerdas, harus banyak membaca menambah literasinya, tak malu melakukan konfirmasi cepat sehingga bisa mudah mengerti. Generasi millenial harus selektif dan berpikir maju," pungkas Rafur. (R-3)

BERITA TERKAIT