05 October 2019, 21:59 WIB

Humania Bawa Nostalgia dan Maizura


Fathurrozak | Weekend

MI/Fathurrozak
 MI/Fathurrozak
Humania membawa nostalgia 90-an, dan berduet dengan pemain film Bebas, Maizura di panggung Synchronize Fest 2019.

KELOMPOK musik yang lebih ingin disebut sebagai duo-produser, Humania membawa nostalgia 90-an, dan berduet dengan pemain film Bebas, Maizura di panggung Synchronize Fest 2019.

Duo yang terdiri dari Eki Puradireja dan Heru Singgih ini mengenang cikal bakal munculnya Synchronize Fest sebagai salah satu festival musik tanah air. Dulu, mereka merupakan salah satu penampil pada edisi Synchronize tahun 2000.

Setelah 19 tahun vakum, Humania pun kembali dengan beberapa karya teranyarnya, di antaranya Semua Sama pada Februari, dan The Art of Letting Go.

"Lagu ini (Semua Sama) represent suasana Indonesia pada waktu itu, bulan Februari, menjelang Pilples. Merilis lagu ini untuk ngademin suasana, mengingatkan bahwa kita berstau, walaupun berbeda tapi tetep satu," ungkap Eki di atas panggung Dynamic, Gambir JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, (5/10).

Humania juga membawa aktor Maizura untuk berduet bersama menyanyikan The Art of Letting Go, single yang belum lama rilis untuk film Bebas, yang juga dibintangi Maizura.

Selain membawa dua materi terbaru, mereka juga menyanyikan hit-hit era 90-an seperti Jelita, Lepas Kendali, dan Bersama. Bahkan, Eki juga memutarkan rekaman hip hop milik Jamie Aditya, yang juga sempat menjadi bagian dari perjalanan duo berkarakter funk, new wave ini.

"Kemarin pagi, tiba-tiba dapet WhatsApp dari Jamie Aditya. Banyak yang nanyain, 'ke mana sih dia.'

Dia merupakan part Humania dari dulu. Setelah kemarin dia kirim pesan, tiba-tiba gue teringat rap yang dibikin Jamie tahun 1993. Dan ini bentuk support Jamie untuk kita," cerita Eki.

"Seneng banget akhirnya tampil lagi di Synchronize. Mungkin banyak yang enggak tahu, kalau pertama Synchronize itu tahun 2002. Dan Humania tampil di situ. Gue seneng baget melihat tumbuhnya Synchronize dan demajors. Ingat banget dulu kita sering hang out di Gandaria, namanya The Gandaz, era 2000-an. Dan kami jadi salah satu yang ikut membangun demajors, dari label dan jadi festival. It's been great!" Tambah Eki.(OL-4)

BERITA TERKAIT