05 October 2019, 13:40 WIB

Tiga Kampung di Manggarai Timur, NTT, Dilanda Krisis Air Terparah


John Lewar | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Warga Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, harus mengantre panjang untuk mendapatkan air bersih. 

RIBUAN warga yang tingga di tiga kampung yang berada Kelurahan Ulung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami krisis air terparah telah berlangsung puluhan tahun dan hingga kini masih berlangsung.

Ribuan warga di Kelurahan Ulung Baras, Kampung Nongol,Wae Taso, dan Kampung Golo Ponto selama Kabupaten itu dimekarkan menjadi Kabupaten Manggarai Timur masih menghadapi krisis air bersih.

Pasto Peter Due SVD yang bermukim di wilayah itu menuturkan, debit air yang minim membuat warga kampung terpaksa menunggu jatah mengambil air satu kali dalam tiga hari dan baru kemudian mendapat giliran lagi.

"Meski mereka mengantri namun antriannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari," tutur pastor Piter Due SVD saat di hubungi Media Indonesia, Sabtu (5/10).

Pastor Piter mengatakan bayangkan ribuan jirigen dan tempayan lainnya berjejer di jalur jalan itu untuk mendapatkan jatah air. Pemandangan tersebut terjadi setiap tahunnya di bulan awal Juni sepanjang musim kemarau itu berlangsung.

"Ribuan tempayan berupa jirigen berjejer mengantre. Warga terpaksa ada yang harus bermalam untuk mendapatkan air. Bahkan itu pun tak mencukupi untuk kebutuhan.Dapat di bayangkan kondisi ini," ungkap Piter Due imam SVD.

Imam SVD  itu merasa sangat prihatin dan warga di wilayah itu hidup dari keterisolasian karena akses jalan belum memadai untuk di lalui kendaraan. Padahal daerah etsrebut dikenal sebagai daerah penghasil komoditi pertanian baik cengkeh, kopi, dan vanila.

"Warga di sini berharap ada sentuhan dari pemerintah terutama air bersih," katanya.

Saat dihubungai, tokoh masyarakat lokal Yohanes Ampur menuturkan satu sumber mata air dikerumuni warga tiga kampung. Sejumlah warga terpaksa harus bermalam hingga pagi agar bisa mendapat air bersih.

"Sejauh ini belum ada bantuan air bersih.Air ini di temukan seorang warga sehingga bisa terbantu.Jika tidak ada maka harus menempuh perjalanan 5km untuk menemukan air," ucap Yohanes.

Dia berharap pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui bupati Agas Andereas SH secepatnya memperhatikan anteran  ribuan jirigen hanya demi mendapatkan air bersih. (OL-09)

BERITA TERKAIT