05 October 2019, 12:53 WIB

BMKG : Lebih dari 100 Gempa Dirasakan Pascagempa Maluku


Rifaldi Putra Irianto | Nusantara

ANTARA/Nurman Hadipratama
 ANTARA/Nurman Hadipratama
Seorang warga berada di rumahnya yang hancur di dusun Wainuru, Maluku Tengah, Maluku.

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis lebih dari 100 kali gempa dirasakan oleh warga Maluku sejak gempa Maluku Magnitudo 6,5 terjadi pada Kamis lalu (26/9).

"BMKG mencatat 114 gempa dirasakan hingga 5 Oktober 2019, pukul 09.00 WIT, sedangkan gempa susulan berjumlah 1.044 kali, " kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu, (5/10).

Dikatakanya, bahwa sumber gempa berasal dari segmen Sesar Kairatu, berupa sesar mendatar.

"Sumber gempa berasal dari segmen Sesar Kairatu, berupa sesar mendatar dengan strike relatif dari barat ke timur. Apabila melihat catatan historis, gempa dan tsunami pernah terjadi pada segmen sesar tersebut, tepatnya pada 30 September 1899 yang saat itu berkekuatan magnitudo 7,8, " jelas Daryono.

Ia menyebutkan, evakuasi secara mandiri dan cara menghadapi gempa perlu terus dilatihkan kepada masyarakat.

"Seiring dengan potensi bahaya di kawasan sesar, evakuasi mandiri dan cara selamat menghadapi gempa perlu dilatihkan dalam upaya kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami," tuturnya.

Namun ia berpesan kepada Masyarakat, agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar terkait dengan adanya tsunami.

"Namun demikian dilihat dari grafik terjadi penurunan yang signifikan. Masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan isu yang tidak benar atau hoaks terkait dengan adanya gempa besar dan tsunami pascagempa utama pada 26 September lalu, " pungkas Daryono.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Gempa Provinsi Maluku per 4 Oktober 2019, hingga pukul 18.00 WIT tercatat korban meninggal dunia sebanyak 37 orang, luka berat 36 orang, luka ringan 1.231 orang, dan mengungsi 111.490 orang.

"Jumlah pengungsian terbanyak teridentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan 65.694 orang, Seram Bagian Barat 42.856 orang dan Kota Ambon 2.940 orang. Data korban meninggal di Kabupaten Malteng 15 orang, SBB 11 orang dan Ambon 11 orang , " jelas  Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo.

Gempa yang mengguncang Maluku tersebut, tidak hanya mengakibatkan korban jiwa tetapi kerusakan infrastruktur. Pada sektor pemukiman, total rumah rusak berat sejumlah 1.911 unit, rusak sedang 1.802 unit dan rusak ringan 3.486 unit.

Agus menyebutkan, akibat gempa akses jalan menuju Seram Bagian Barat terputus, hal tersebut mempengaruhi perjalanan pasokan bahan bakar ke Seram Bagian Barat.

"Beberapa kendala lain yaitu terbatasnya sarana dan prasarana dalam distribusi air bersih, Pendataan di berbagai sektor masih terus dilakukan pascagempa, sedangkan di wilayah Maluku tengah terdapat kendala dalam kesulitan komunikasi pengiriman data, " tukasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT