05 October 2019, 10:21 WIB

Hutan Lindung Gunung Agung Terbakar


Arnoldus Dhae | Nusantara

Antara
 Antara
Kebakaran melanda hutan lindung di Gunung Agung, Bali. Saat ini pemadaman telah dilakukan. 

PERISTIWA kebakaran kembali terjadi di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Ketua Relawan Pasebaya, Agung Gede Pawana menjelaskan kebakaran di hutan lindung Gunung Agung sudah terjadi sejak Jumat (4/10) malam.

Dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi cuaca, tim padam kebakaran baru diturunkan hari ini Sabtu (5/10).

"Tim full  sudah berangkat ke lokasi untuk melokalisir api yang terbakar sejak tadi malam. Tim berasal dari Dinas Kehutanan, BPBD Karangasem, para relawan seputaran Desa Ban, Kecamatan Kubu, mereka sudah di lokasi. Informasi terakhir, api saat ini sudah ditangani sehingga kebakaran bisa dilokalisir dengan baik dan tidak meluas," ujar Agung Gede, Sabtu (5/10).

Sekalipun api sudah bisa dilokalisir dan tidak meluas, petugas saat ini masih berada di lokasi untuk memantau beberapa titik api yang bisa menimbulkan kebakaran hebat. Petugas kehutanan terutama masih berada di lokasi. Cuaca di lokasi sangat panas, hempasan angin sangat keras sehingga bila terjadi kebakaran akan kesulitan ditangani. Lahan yang terbakar itu berada di wilayah hutan lindung Kecamatan Kubu, Karangasem. Penyebab kebakaran semalam diduga karena cuaca yang panas disertai dengan tiupan angin kencang. Percikan api diduga terjadi karena gesekan dahan cemara atau pinus yang sangat mudah terbakar karena hawa yang panas.

Menurutnya, api muncul pertama kali di hutan lindung yang berada di wilayah Dusun Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Lokasi ini hanya berjarak 8 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung dan masih dalam zona berbahaya. Titik api muncul berada pada Zone Merah Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Agung (KRB 3). Hasil pantauan BMKG juga memperlihatkan api muncul karena cuaca panas kemudian hempasan angin panas yang kencang sehingga keluarlah titik api. Kebakaran menimpa tegakan cemara, seming, nangi, semak belukar, bambu.

baca juga: Akhirnya Lahan Konsensi Milik PT TCP Disegel

Bahkan, beberapa fasilitas suci juga ikut dilalap api. Yaitu Pura Madia Dukuh Bujangga,  meru tumpang 11 (1 buah), meru tumpang 7 (1 buah), meru tumpang 3 (1 buah) bale pesamuhan (1 buah), padmasana (1 buah), gedong (4 buah), dan prasasti (1 buah). Luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektar lebih. Namun sebelum meluas, petugas sudah membangun sekat agar tanaman lain luput dari amukan api. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT