05 October 2019, 07:40 WIB

Rakernas NasDem Godok Isu Pangan dan Maritim


M Iqbal Al Machmudi      | Politik dan Hukum

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Ketua Bidang Otonomi Daerah DPP Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo (kiri) memberikan setandan pisang kepada kader Partai NasDem 

PARTAI NasDem tengah menggodok strategi dasar bagi partai melalui forum rapat kerja nasional (rakernas). Landasan berpikir NasDem dalam memecahkan masalah ialah kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, yang diimplementasikan melalui politik gagasan.  

“Masalah-masalah dasar yang kita harap kan dari partai ini menjadi bagian-bagian dari solusi kebutuhan hari ini dan masa depan bangsa Indonesia,” ungkap Ketua DPP Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo dalam pembukaan Rakernas, di Akademi Bela Negara, ­kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, kemarin.

Rakernas yang berlangsung hingga hari Minggu (6/10) itu mengangkat isu pertanian dan kemaritiman. Sebanyak 450 ­pengurus DPD NasDem se-Indonesia hadir dalam rapat besar NasDem tersebut. 

Syahrul mengatakan pemilihan topik pertanian dan kemaritiman karena kedua ­elemen sangat vital bagi bangsa sehingga perlu diperhatikan demi masa depan ­Indonesia.

Pertanian diusung karena adanya potensi lapangan kerja serta jalur untuk menyejahterakan hajat orang banyak. “Dan menghilangkan gap (kesenjangan) terlalu dalam antara wilayah. Untuk itu pertanian menjadi penting, dan kita sudah punya lahan pertanian yang begitu besar mulai dari gunung, bukit-bukit, dataran rendah, sampai dengan laut adalah resort-resort kehidupan yang harus dioptimalkan,” ungkap Syahrul.

Ia menyatakan Partai NasDem bertekad mengupayakan hadirnya pertanian yang maju, mandiri, berdaulat, dan modern. Demikian pula di bidang kemaritiman. 
Fokus pada kedua bidang itu disokong populasi penduduk yang melimpah. Tugas berikutnya ialah pemetaan potensi ­wilayah dan penyediaan asistensi, serta fasilitas untuk rakyat agar dapat mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber daya alam. 
Syahrul mengingatkan pasokan pangan perlu ditingkatkan karena jumlah penduduk setiap tahunnya terus bertambah. “Kemampuan menyiapkan beras, misalnya, sudah mampu dilakukan, tapi kalau ada gejolak alam, hal-hal yang di luar dugaan ini bisa dilakukan. Oleh karena itu, mungkin ini yang harus terus kita tingkatkan,” jelasnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut mengatakan dengan perkembangan teknologi informasi dan inovasi, potensi krisis pangan karena cuaca semestinya bisa diantisipasi. Untuk itu diperlukan konsep-konsep pembangunan pertanian yang kuat dan matang. 


Modal kuat

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengapresiasi konsep politik gagasan yang dikembangkan Partai NasDem. Menurut dia, NasDem memiliki modal kuat untuk mengimplementasikan hal itu karena dalam Pilkada 2017, NasDem punya banyak perwakilan yang menjadi kepala daerah.  

Perwakilan NasDem di daerah inilah, lanjut Yunarto, yang akan menjadi ujung tombak politik gagasan. “Pertanyaannya, ­apakah bisa NasDem secara top down memaksa politik gagasan yang diyakini NasDem kepada para kepala daerah?” ujarnya. 

Jika itu berhasil, kata dia, hal tersebut akan lebih konkret ­daripada berbicara mengenai ide. (Ant/P-2)

BERITA TERKAIT