04 October 2019, 22:15 WIB

Trump Desak Tiongkok Menyelidiki Korupsi Biden


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Jim WATSON / AFP
 Jim WATSON / AFP
Presiden AS Donald Trump

PRESIDEN AS Donald Trump, yang sudah menghadapi penyelidikan pemakzulan setelah mendesak Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya, Joe Biden, kini mendesak Tiongkok untuk melakukan hal yang sama.

Dia mengatakan Tiongkok dan Ukraina harus menyelidiki Biden, seorang calon presiden dari Partai Demokrat, dan putranya, Hunter Biden. "Tiongkok harus memulai penyelidikan terhadap Bidens," kata Trump, Kamis (3/10)

Ketika ditanya apa yang dinginkan Trump dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam panggilan telepon musim panas ini, Trump menjawab, "Ya, saya pikir jika mereka jujur tentang hal ini, mereka akan memulai penyelidikan besar-besaran terhadap keluarga Biden. Ini jawaban yang sangat sederhana."

"Mereka harus menyelidiki Biden dan Hunter," tegasnya, berbicara kepada wartawan di halaman Gedung Putih.

"Demikian juga, Tiongkok harus memulai penyelidikan terhadap duo Biden karena apa yang terjadi pada Tiongkok sama buruknya dengan apa yang terjadi dengan Ukraina," lanjutnya.

Trump juga menyebut, memberikan bukti, Biden telah menipu negara-negara lain, termasuk berkaitan dengan hubungan dagang AS dengan Tiongkok. "Mereka berurusan dengan orang-orang seperti Biden, mereka memberi putranya US$1,5 miliar dan itu mungkin sebabnya Tingkok memiliki kesepakatan yang sangat baik, selama bertahun-tahun. Mereka telah merampok negara kita," terang Trump.

Demokrat menuduh Trump menggantung bantuan militer untuk menekan Ukraina agar menyelidiki Biden.

Bantahan Biden

Di Tiongkok, rekan bisnis Hunter Biden memperoleh lisensi investasi yang tidak mencantumkan nama Biden, dan hanya mengumpulkan beberapa juta dolar AS.

"Hunter Biden memasang U$420.000 untuk kepentingan minoritas, dan belum menerima kompensasi atau pengembalian," kata pengacaranya kepada Washington Post.

Kampanye Joe Biden menyebut komentar Trump sudah menyanggah teori konspirasi dan menuduh Trump sebagai pilihan kebohongan yang aneh atas kebenaran dan diri atas negara.

"Tuan Presiden, Anda tidak bisa memeras pemerintah asing untuk membantu Anda memenangi pemilihan kembali. Itu penyalahgunaan kekuasaan. Itu melanggar sumpah jabatan Anda dan itu membahayakan keamanan nasional kami," Biden menulis tweet secara terpisah.

Di Kongres, mantan utusan khusus AS untuk Ukraina Kurt Volker diwawancarai penga-cara House selama lebih dari delapan jam tentang perannya dalam upaya oleh Trump dan pengacara pribadi presiden, Rudy Giuliani, menekan Ukraina untuk menyelidiki Bidens.

Eric Swalwell dari Demokrat mengatakan bukti dari Volker akan dirilis pada Kamis malam, termasuk rincian bahwa Ukraina ditekan untuk membebaskan Rusia karena ikut campur dalam pemilihan AS 2016.

"Kami memiliki banyak bukti sekarang bahwa ada persyaratan bahwa Presiden Zelensky menyelidiki Pemilu 2016, dan Bidens, jika ia ingin mengadakan pertemuan dengan Trump," kata Swalwell. (BBC/AFP/I-1)

BERITA TERKAIT