04 October 2019, 20:05 WIB

Ada Stasiun Isi Ulang Air, Synchronize Festival 2019 Diapresiasi


Fathurrozak | Weekend

Mi/ Sumaryanto Bronto
 Mi/ Sumaryanto Bronto
Pengunjung Synchronize Festival 2019 mengisi air minum di stasiun pengisian ulang yang disediakan panitia.

ADANYA kampanye lingkungan dibuktikan Synchronize Festival (SynchFest) 2019. Mewajibkan pengunjung untuk membawa botol minum, panitia SynchFest memberikan fasilitas stasiun isi ulang air.

Selain itu, mereka tahun ini juga meninggalkan genset sebagai sumber daya elektrik di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta. Mereka bekerja sama dengan perusahaan listrik negara menggunakan power bank berdaya besar.

Langkah yang ditempuh festival musik bentukan label demajors ini pun diapresiasi para pengunjung. Salah satunya, terkait penyediaan stasiun isi ulang air minum. Titik isi ulang tersebut pun ramai oleh lalu lalang pengunjung yang mengisi botol minum mereka.

"Ini menumbuhkan kesadran akan pentingnya kondisi lingkungan, upaya mencegah penggunaan berlebih botol mineral plastik. Dan kampanye positif Synchronize Festival semoga bisa membawa dampak yang baik seterusnya. Ini jadi wahana pendidikan untuk anak-anak muda yang dateng ke sini," ungkap Tommy Hartomo, karyawan swasta yang ditemui seusai mengisi ulang botol minum pada hari pembukaan Synchronize Festival 2019, Jumat, (4/10).

Virgilery Levana, yang datang bersama kedua rekannya, bahkan menerapkan anjuran yang disampaikan penyelenggara sejak titik keberangkatan. Ia datang menggunakan kereta listrik dari stasiun Rawa Buntu, Tangerang.

"Aku bilangnya termasuk berani, Synchronize bikin green movement. Acara besar seperti ini kan pasti sponsor air minum paling banyak, mulai dari teh, air mineral. Kalau terapkan ini kan bisa kehilangan beberapa sponsor mereka."

"Orang jadi sadar buat bawa botol minum mereka sendiri. Mungkin dengan membawa selama tiga hari ini menurut aku jadi bisa bikin orang-orang bakal terbiasa, ini punya impact buat orang yang dateng," sambung mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara ini.

Seturut dengan Virgi, Marsha Adevia datang ke festival musik ini menggunakan transportasi umum. Menurutnya, dengan menerapkan konsep green movement, juga memberi dampak nyata ke lingkungan tempat penyelenggaraan. Dengan menganjurkan para pengunjung untuk membawa botol minum mereka sendiri, juga bakal mengurangi tumpukan sampah.

"Yang paling bagus sebenarnya kita melakukannya dimulai dengan diri sendiri. Ketika di festival musik seperti ini, biasanya juga ada aktivasi dari para sponsor. Mereka juga bisa mengubah pandangan hadiah yang diberikan ke pengunjung, misal seperti hadiah yang sifatnya ramah lingkungan," ungkap mahasiswi yang berkuliah di jurusan statistik ini. (M-1)

BERITA TERKAIT