04 October 2019, 17:33 WIB

Kejaksaan Segera Limpahkan Kasus Karhutla ke Pengadilan


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Jaksa Agung HM Prasetyo

JAKSA Agung HM Prasetyo meminta seluruh jajaran kejaksaan tinggi untuk fokus dan menangani dengan baik semua kasus kebakaran hutan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Saat ini Korps Adhyaksa sudah menerima 171 berkas perkara, di mana 12 diantaranya adalah korporasi. Dari seluruh berkas yang dikirim oleh pihak kepolisian, sambung dia, jumlah tersangka perorangan dan korporasi sebanyak 192 orang.

"Semua berkas itu masih tahap satu. Artinya masih dilakukan penelitian oleh jaksa. Kalau sudah lengkap, ya dilakukan tahap dua dan kemudian kita siapkan untuk segera dilimpahkan ke pengadilan," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (4/10).

Prasetyo membeberkan sampai saat ini penyidik kepolisian dan PPNS Kementerian LHK masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan. Ada kemungkinan berkas perkara berikut tersangka akan terus bertambah.

Menurut dia, Kejaksaan Agung tidak akan mengambil alih kasus yang sedang ditangani oleh masing-masing kejaksaan tinggi. Kasus pun tetap diproses sesuai locus delicti di tiap daerah.

"Kita tidak ingin kasus karhutla berulang terus. Karena bagaimanapun ini merupakan satu pertaruhan untuk kita. Kita memiliki hutan yang luas, tentunya kita harus jaga itu dari kemungkinan tindakan-tindakan pelanggaran hukum yang tentunya perlu diproses dengan baik," tukasnya.

Prasetyo sebelumnya menyebut bahwa kasus karhutla merupakan kejahatan kemanusiaan. Ia menilai hukuman tambahan perlu diterapkan seperti pencabutan izin terhadap korporasi penyebab bencana nasional.

"Kalau memang keterlibatan korporasi terbukti, ya kita akan menuntut hukuman tambahan pencabutan izin dari perkebunan-perkebunan," ujar Prasetyo.

Kasus pembakaran hutan, imbuhnya, harus ditangani dengan sungguh-sungguh. Masyarakat juga diharapkan dapat membantu proses penanganannya agar kejadian serupa tidak terulang. (OL-4)

BERITA TERKAIT