04 October 2019, 12:20 WIB

Koperasi di Daerah Banyak yang Mati Suri


Media Indonesia | Nusantara

MI/John Lewar
 MI/John Lewar
Kebag koperasi kabupaten Manggarai Barat Tarsius Asong

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) mencatat ratusan koperasi di kabupaten itu dalam kondisi tidak sehat. Menurut data, sebanyak 239 koperasi yang terdaftar, namun yang aktif hanya 153.

Dari jumlah tersebut, koperasi yang sehat hanya 117. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, beberapa waktu lalu mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 239 koperasi dengan jumlah anggota 55 ribu lebih.

"Aset koperasi di Purbalingga mencapai Rp337,9 miliar dan untuk omzet mencapai Rp228 miliar lebih. Kami ingin ada reformasi koperasi di Purbalingga," ujar Dyah.

Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 46 koperasi mati suri. Kepala Bidang Koperasi Kabupaten Manggarai, Tarsius Asong, mengatakan koperasi-koperasi tersebut dalam tiga tahun berturut-turut tidak pernah menjalankan rapat anggota tahunan (RAT).

Selain itu, ke-46 koperasi itu juga tidak didukung manajemen pengelolaan yang profesional. Kendala lainnya ialah anggota koperasi banyak yang tidak mengembalikan kredit mereka.

Terpisah, hampir separuh koperasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sudah tidak aktif. Koperasi-koperasi itu sudah tidak beraktivitas karena berbagai hal teknis.

"Jumlah koperasi yang terdata pada kami sebanyak 325 unit. Tapi, yang aktif hanya 192," kata Kepala Dinas KUKM Perdagangan dan Perindustrian Kota Sukabumi, Ayep Supriyatna kepada Media Indonesia, kemarin.

Penyebabnya tidak hanya karena sudah tidak melaksanakan RAT, tapi juga secara organisasi dan aktivitas sudah tidak berjalan seperti aturan yang ditetapkan.

Di Flores Timur (Flotim), menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), antusias warga untuk terlibat dalam kehidupan berkoperasi cukup tinggi. Namun, SDM pengelola, anggota, serta manajemen pemberdayaan koperasi masih lemah.

Hal itu membuat kehidupan koperasi di daerah tersebut ibarat hidup enggan mati tak mau. Sekretaris Dinas Koperasi Flotim Viktor Hurint, mengakui masih banyak kendala yang dihadapi untuk memajukan koperasi di daerah tersebut, meski antusias warga cukup tinggi. (LD/JL/BB/FB/AD/N-3)

BERITA TERKAIT