04 October 2019, 12:10 WIB

Kelas Rawan Ambruk, Murid Dipindah


Depi Gunawan | Nusantara

MI/Depi Gunawan.
 MI/Depi Gunawan.
Seorang guru melihat kondisi kelas yang rusak di SDN III Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

KEGIATAN mengajar siswa SDN III Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat terhambat lantaran ruang kelas mereka tidak bisa digunakan.

Sekitar 120 siswa dari kelas I hingga VI harus menjalani aktivitas belajar di luar ruang kelas akibat bangunan sekolah mereka rusak dan rawan ambruk.

Kepala SDN III Gudangkahuripan, Dindin Tajudin, mengungkapkan aktivitas belajar siswa sudah dipindah sejak Senin (30/9) karena beberapa bangunan kelas retak dan membahayakan nyawa siswa.

"Ada dua ruang kelas yang rusak berat dan pada Rabu (2/10) sore, salah satu ruangan ambruk. Untung siswa sudah tidak ada di ruang kelas karena kegiatan di sekolah sudah bubar," kata Dindin, kemarin.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya meminjam kelas di SDN II Gudangkahuripan yang masih berada di satu lingkungan sekolah. Namun, karena jumlah siswa terbi-lang banyak, murid kelas VI terpaksa harus belajar di ruang kepala sekolah.

"Kondisi bangunan sudah tua, lapuk, karena sejak dibangun pada 1965, bangunan sekolah belum pernah diremajakan. Hanya bagian genting dan lantai saja yang diperbaiki, itu pun pada 2005 lalu," urainya.

Dindin mengaku, sebelum kejadian tersebut, pihaknya sudah menyampaikan permohonan kepada Dinas Pendidikan agar bangunan SDN III Gudangkahuripan diperbaiki. namun hingga kini belum direspons.

"Sebelum diperbaiki secara total, kami masih akan meminjam ruang kelas di sekolah sebelah walaupun siswa harus masuk siang."

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Imam Santoso menyatakan, pihaknya akan mengupayakan perbaikan ruang kelas SDN III Gudangkahuripan yang mengalami rusak.

"Saya sudah mengutus Kepala Bidang SD untuk memeriksa kondisi kelas yang terancam ambruk," uar Imam.

Selain itu, agar tidak ada siswa yang mendekati ruang kelas yang ambruk, pihak sekolah sudah memasang batas menggunakan bambu dan tali rafia. (DG/N-3)

BERITA TERKAIT