04 October 2019, 11:23 WIB

Trump Minta Tiongkok Selidiki Biden


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Presiden AS Donald Trump meminta Tiongkok selidiki Joe Biden, rivalnya dalam pemilihan presiden AS 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump, yang sudah menghadapi penyelidikan pemakzulan setelah mendesak Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya Joe Biden, kini mendesak Tiongkok untuk melakukan hal sama. Dia mengatakan Tiongkok dan Ukraina harus menyelidiki Biden, seorang calon presiden dari Partai Demokrat, dan putranya, Hunter Biden.

"Tiongkok harus memulai penyelidikan terhadap Bidens," kata Trump, Kamis (3/10)

Ketika ditanya apa yang dinginkan oleh Trump dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam panggilan telepon musim panas ini, Trump menjawab enteng.

"Ya, saya pikir jika mereka jujur tentang hal ini, mereka akan memulai penyelidikan besar-besaran terhadap keluarga Biden. Ini jawaban yang sangat sederhana," ujar Trump.

"Mereka harus menyelidiki Biden dan Hunter," sambungnya berbicara kepada wartawan di halaman Gedung Putih.

"Demikian juga, Tiongkok harus memulai penyelidikan terhadap duo Biden karena apa yang terjadi pada Tiongkok sama buruknya dengan apa yang terjadi dengan Ukraina," lanjutnya.

Trump juga menyebut, memberikan bukti Biden telah menipu negara-negara lain, termasuk berkaitan dengan hubungan dagang AS dengan Tiongkok.

"Mereka berurusan dengan orang-orang seperti Biden. Mereka memberi putranya 1,5 miliar dolar dan itu mungkin sebabnya Tingkok memiliki kesepakatan yang sangat baik. Selama bertahun-tahun mereka telah merampok negara kita," tegasnya.

Demokrat menuduh Trump menggantung bantuan militer sebagai cara untuk menekan Ukraina untuk menyelidiki Biden. Panggilan telepon 25 Juli antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memicu keluhan pengaduan komunitas intelijen dan penyelidikan pemakzulan. Tetapi Trump mengatakan penyelidikan, yang dapat berujung pada upaya kongres untuk menurunkannya dari jabatan, adalah 'omong kosong'.

Trump menuduh Biden dan putranya, Hunter, melakukan korupsi dalam urusan politik dan bisnis mereka di Ukraina dan Tiongkok, tanpa memberikan bukti spesifik. Ketika Hunter Biden bergabung dengan perusahaan gas alam Ukraina, Burisma pada 2014, muncul pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan bagi ayahnya.

baca juga: KBRI Moskow Meriahkan Hari Batik

Ukraina sedang mengalami transisi politik setelah presiden pro-Rusia dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara Biden adalah pejabat utama pemerintahan Obama untuk negara Eropa Timur. Pada 2016, Joe Biden mendorong pemerintah Ukraina untuk memecat Jaksa Agung Viktor Shokin. Sebab ia telah menyelidiki pemilik oligarki Burisma. (BBC/OL-3)

 

BERITA TERKAIT