04 October 2019, 11:40 WIB

Duta Seni Boyolali Harumkan Nama Indonesia di Spanyol


Media Indonesia | Nusantara

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Duta seni Boyolali berfoto bersama seusai menjadi juara dalam katagori folk dance usia 16-19 tahun di ajang kompetisi seni internasional,.

LAGU kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di ajang kompetisi seni internasional, Sea Sun Festival di Lloret De Mar, Spanyol, sesaat setelah Duta Seni Boyolali 2019 diumumkan sebagai juara pertama kategori Folk Dance usia 16-19 tahun.

Pekan lalu, para pelajar berperstasi itu berhasil mengalahkan peserta-peserta lain yang berasal dari 10 negara, di antaranya Rusia, Ukraina, Iran, dan Meksiko.

Duta Seni Boyolali yang terdiri dari 18 pelajar SMA berprestasi Boyolali itu menarikan dua tarian, yakni Topeng Ireng dan Soreng. Penampilan mereka berhasil memukau para juri yang merupakan maestro-maestro tari internasional.

Perpaduan koreografi, kostum dan tata rias yang memukau, membuat juri menganugerahi gelar juara pertama untuk Duta Seni Boyolali di festival tahunan itu.

Tidak hanya para juri, penampilan Duta Seni Boyolali itu juga mengundang decak kagum dari para penonton dari berbagai negara. Tak jarang mereka harus melayani permintaan foto bersama dari para penonton dan peserta dari negara-negara lain.

Bupati Boyolali Seno Samodro pun menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Duta Seni Boyolali 2019 itu.

"Di tengah panasnya berita-berita aksi unjuk rasa di dalam negeri, ada berita yang menyejukkan dan membanggakan Indonesia,'' ujar Seno.

''Saya bangga, karena Duta Seni Boyolali berhasil menjadi juara pertama, mengalahkan peserta-peserta lain dari 10 negara. Mereka adalah pelajar berprestasi pilihan. Perjuangan mereka untuk sampai ke kompetisi ini tidak mudah," tambahnya.

Setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Boyolali menyeleksi ratusan pelajar SMA negeri dan swasta se-Boyolali untuk menjadi duta seni Boyolali. Mereka harus menjalani serangkaian tes, mulai dari pengetahuan umum, psikotes, dasar tari dan wawancara, hingga akhirnya terpilih 18 orang terbaik.

Setelah terpilih, mereka harus mengikuti pelatihan selama lima bulan. Tidak hanya menari, para duta seni Boyolali itu juga dibekali keterampilan tata rias, kedisiplinan, dan latihan fisik.

Tahun ini merupakan tahun kedelapan Pemerintah Kabupaten Boyolali mengirim duta seni ke festival dan kompetisi tari internasional di Eropa dan Amerika Serikat. Selain mengikuti kompetisi di Sea Sun Festival, Lloret De Mar, duta seni Boyolali 2019 juga tampil menarikan Topeng Ireng khas Boyolali ini di beberapa kota, yakni Toulouse dan Marseille, Perancis serta Valencia, Spanyol. (Ten/X-10)

BERITA TERKAIT