04 October 2019, 11:04 WIB

Mendag Minta Bulog Optimalkan Operasi Pasar


Irvan Sihombing | Ekonomi

MI/Arya Manggala
 MI/Arya Manggala
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

HARGA beras medium seharusnya dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga Rp9.450 dan Rp9.950. Namun, belakangan ini harga tersebut melonjak dari yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, sudah waktunya Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan operasi pasar. Ia optimistis Bulog mampu melakukan itu lantaran stok di gudang perusahaan umum milik negara tersebut mencukupi.

"Maka sudah waktunya untuk dilakukan operasi pasar. Saya juga sudah beberapa kali mengirim surat kepada Bulog untuk dilakukan operasi pasar," kata Enggar di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kegiatan tersebut digelar di Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat (4/10). Hadir pula Dirjen PDN Suhanto, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Wakil Kepala Satgas Pangan Kombes Helfi Assegaf, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

"Operasi pasar clear betul jangan diartikan Bulog jualan di depan pasar. Tetapi seluruh pedagang beras di pasar tradisional harus tersedia beras Bulog dengan harga jual Rp9.450 dan Rp9.950 sesuai dengan harga patokan yang telah ditetapkan," lanjutnya.

Menurut Enggar, beras medium di pasar tradisional itu harus tersedia. Kalau tidak, angka kemiskinan akan meningkat, dan (daya beli) purchising power masyarakat akan menurun. Hal tersebut harus diantisipasi betul agar tidak terjadi gejolak sosial di masyarakat.

"Apalagi, saat ini kondisi perekonomian global sedang tidak menentu. Janganlah bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat dalam hal ini pangan," tegasnya.

baca juga: Bappenas: Infrastruktur Ibu Kota Baru Harus Jadi Referensi

Ia kembali mengingatkan agar beras Bulog harus tersedia tanpa pandang bulu. Bulog jangan hanya menjual beras premium kelas satu dan dua di tempat-tempat tertentu. Pasalnya, masyarakat terbanyak membeli di pasar rakyat alias di pasar tradisional.

"Dan jangan pilih-pilih pedagang beras tertentu, semua pedagang beras (harus) jual. Dan jangan dipaksa berikan margin yang cukup karena pemaksaan-pemaksaan represif seperti itu sudah bukan zamannya lagi dan tidak bisa dilakukan," tegasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT