04 October 2019, 09:56 WIB

Produksi Padi Selama Musim Kemarau Diprediksi Naik


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Ilustrasi

DINAS Pertanian Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menjamin produksi padi tetap meningkat sekalipun kemarau panjang melanda wilayah itu. Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan Dinas Pertanian Flotim, Andreas Keban membenarkan selama musim kemarau luas lahan tanaman padi menurun dari 929 hektare pada 2019 menurun menjadi 920 hektare, atau turun 9 hektare.

"Tapi hasil produksinya justru meningkat. Tahun lalu hasil padi per hektarnya 4,5 ton, maka prediksi kami untuk tahun ini produksi padi naik menjadi 4,7 ton per hektare," kata Andreas, Jumat (4/10).

Luas lahan pertanian di Flores Timur cukup luas tapi belum dikelola maksimal.

baca juga: DPRA: 5 Warga Aceh masih Tertahan di Wamena

"Sebetulnya luas lahan sawah cukup besar sekitar 1099 hektare, tetapi pada beberapa wilayah ketersediaan air tidak ada sehingga menggangu irigasi lahan sawah. Apalagi saat kemarau ini. banyak lahan yang tidak dapat ditanami padi sawah. Seperti di wilayah Tanjung Bunga sekitar 54 hektare, Adonara Barat sekitar 37,5 hektare, dan Adonara Timur sekitar 7,5 hektare. Lahan tersebut tidak dapat ditanami padi karena kekeringan. Selain faktor alam, faktor lain adalah. rusaknya jaringan irigasi," terangnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT