04 October 2019, 08:40 WIB

Masih Ada PR Pemerintah yang Harus Dituntaskan


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menyampaikan pendahuluan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019). 

PRESIDEN Joko Widodo mengakui masih ada pekerjaan rumah yang masih belum bisa diselesaikan selama dirinya memimpin pemerintahan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kendati demikian, Jokowi mengatakan pemerintahannya sudah menuntaskan banyak hal.

"Kita lihat, alhamdulilah dalam 5 tahun ini telah banyak yang kita kerjakan dengan berbagai keterbatasan yang ada dan juga masih banyak," kata Jokowi saat  sidang kabinet paripurna terakhir membahas evaluasi pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN 2020 di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Jokowi menuturkan pemerintah selama 5 tahun ini telah menyusun sebuah fondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan merata. Tak hanya itu, reformasi di bidang fiskal yang semakin sehat dan mandiri juga telah dilakukan.

"Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan di bidang infrastruktur yang Indonesiasentris, bukan Jawasentris. Kita juga telah memulai reformasi struktural walaupun belum besar-besaran," ujarnya.

Jokowi berharap reformasi struktural bisa dilakukan secara masif pada 5 tahun mendatang. Hal itu untuk meningkatkan daya saing, memangkas aturan dan prosedur yang menghambat dan berbelit-belit.

Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan pemerintah juga sudah mereformasi bidang program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terutama pada masyarakat 40% terbawah.

"Kita melihat dalam 5 tahun ini penguatan di bidang monitoring, bidang pengendalian eksekusinya di lapangan. Kita juga lakukan dengan baik dalam perencanaan, implementasi, dan eksekusi. Karena itu, dalam proses eksekusi efektivitas proses delivery harus menjadi penekanan dalam rancangan RPJMN 2020-2024," tuturnya.

Mengenai peningkatan ekspor dan investasi, Presiden berharap itu bisa diselesaikan pekan depan. "Saya kira sudah kita mulai rapatkan dalam beberapa minggu ini. Kita harapkan apa yang telah kita kerjakan bisa menghasilkan bagi bangsa dan negara." 

Terkait persiapan implementasi APBN 2020, Jokowi mengatakan pemerintah akan memfokuskan pada pembangunan SDM secara besar-besaran tanpa me-ninggalkan pembangunan infrastruktur yang dimulai 5 tahun lalu.

"Saya minta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang menjadi fondasinya sudah disusun 5 tahun ini bisa kita lanjutkan dan juga program pelatihan kewirausahaan yang dimiliki kementerian dan lembaga bisa disinergikan," tuturnya.

 

Ucapkan terima kasih

Pada kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran menteri dan kepala lembaga atas kerja kerasnya selama 5 tahun ini. Tak lupa, Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada Wapres Jusuf Kalla yang membantunya dalam menjalankan visi dan program prioritas bersama.

Jokowi menyebut pada awal pembentukan Kabinet Kerja memang sengaja diputuskan tak ada visi-misi tiap-tiap menteri. Hal ini agar para pembantu Presiden berada dalam satu koridor dan tujuan yang sama. (P-4)

BERITA TERKAIT