04 October 2019, 07:20 WIB

Koalisi Pendukung Jokowi Solid


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 Ketua MPR periode 2019-2024, Bambang Soesatyo (Golkar), dan sembilan pimpinan MPR lainnya, mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikan.

POLITIKUS Partai Golkar Bambang Soesatyo secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2024 dengan dukungan bulat sembilan fraksi dan kelompok DPD di MPR, tadi malam.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, bersaing dengan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga dicalonkan partainya menjadi ketua MPR.

Kepastian terpilihnya Bamsoet melalui mekanisme musyawarah mufakat setelah penetapan dirinya disepakati forum Rapat Paripurna MPR yang dipimpin anggota tertua Abdul Wahab Dalimunthe dari Fraksi Partai Demokrat dan anggota termuda Hillary Brigitta Lasut dari Fraksi Partai NasDem di Gedung DPR/DPD/MPR, Jakarta.

Rapat diwarnai interupsi dan diskors selama 50 menit untuk kembali dilakukan lobi antarfraksi. Setelah diskors, akhirnya Fraksi Gerindra menyatakan dukungan kepada Bamsoet. "Tadi delapan partai sudah menyatakan memilih Bambang Soesatyo dan ditambah DPD. Hendaknya jelas apakah Fraksi Gerindra setuju Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR?" tanya pimpinan sementara MPR Abdul Wahab Dalimunthe.

"Kami fraksi sudah sepakat mengusung Bapak Bambang Soesatyo periode 2019-2024," jawab Riza.

"Apakah kita dapat setujui," tanya Abdul Wahab.

"Setuju," jawab 647 anggota dari 711 anggota MPR yang terdaftar hadir.

Selama lima tahun ke depan, Bamsoet didampingi sembilan wakil ketua, yaitu Lestari Moerdijat (NasDem), Ahmad Muzani (Gerindra), Ahmad Basarah (PDIP), Hidayat Nur Wahid (PKS), Arsul Sani (PPP),  Jazilul Fawaid (PKB), Syarif Hasan (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), dan Fadel Muhammad (DPD).

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai NasDem, Lestari Moerdijat, ialah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem yang juga menjadi Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan DIY. Selain aktif di partai, Lestari juga wakil bendahara tim kampanye Jokowi-JK pada 2014 dan wakil bendahara TKN Jokowi-Amin di 2019.

Sumber: Dpr.go.id/Dpd.go.id/Tim MI

 

Bamsoet menyebut MPR sebagai lembaga yang mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil nilai-nilai luhur Pancasila.

"Mari jadikan MPR sebagai rumah kebangsaan tempat untuk membicarakan masalah mendasar dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Bulatnya dukungan terhadap Bamsoet disebut sebagai keberhasilan koalisi partai pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo  menjaga soliditas. Sebelumnya terjadi dinamika ketika Gerindra melakukan lobi ke sejumlah partai koalisi pemerintahan untuk menempatkan Muzani sebagai Ketua MPR.

"Dalam koalisi seperti ini, artinya tim koalisi cukup solid menjaga struktur penguasaan lembaga negara, yakni MPR dan DPR. Kedua lembaga tinggi itu dipastikan dipimpin orang-orang barisan Jokowi," ujar pengamat politik UGM, Nyarwi Ahmad, saat dihubungi dari Jakarta.

Kendati demikian, lanjut Nyarwi, belum tentu tidak ada kesepakatan antara Golkar dan PDIP terkait dukungan kepada Bamsoet, seperti halnya tentang wacana penerapan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan melakukan amendemen terbatas terhadap UUD 1945.

 

"Tentu ada syarat, misalnya dari PDIP siapa pun yang menjadi Ketua MPR ada agenda yang harus dilakukan, misalnya GBHN ataupun amendemen terbatas," tandasnya. (X-3)

BERITA TERKAIT